alexametrics

Klaim Tak Ada Lagi Pungli, Bahlil: Mau Investasi Langsung Saja

27 Januari 2022, 16:36:32 WIB

JawaPos.com – Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meminta para pengusaha yang ingin berinvestasi ke Indonesia tidak perlu melalui negara lain. Sebab, saat ini pemerintah telah mempermudah proses perizinan pelaksanaan investasi dari yang sebelumnya tumpang tindih dan banyak pungutan liar (pungli).

“Lain kali, kalau bisa sekarang nggak perlu lagi lewat negara orang, langsung saja ke Indonesia. Sekarang sudah tidak pakai pungli-pungli kok, langsung saja,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (27/1).

Pihaknya mencatat, sepanjang 2021, Singapura merupakan negara yang paling banyak menanamkan modal ke Tanah Air dengan investasi sebesar USD total 9,4 miliar. Disusul oleh Hong Kong sebesar USD 4,6 miliar.

Lalu Tiongkok sebesar USD 3,2 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 2,5 miliar, dan Jepang sebesar USD 2,3 miliar. Bahlil memandang, sehubungan dengan posisi Singapura sebagai investor asing terbesar yang menanamkan modalnya di Tanah Air, dirinya meyakini sebagian dari investasi tersebut banyak berasal dari perusahaan asing di belahan dunia.

Bahkan tidak menutup kemungkinan ada dari perusahaan asal Indonesia. “Paling tinggi Singapura. Tapi saya nggak yakin uang dari Singapura semua ini. Mungkin ada sebagian orang Indonesia juga punya uang di situ. Sudahlah ini bukan rahasia umum lagi. Jadi, Singapura terminal untuk beberapa negara yang masuk, baru masuk Indonesia,” jelasnya.

Berdasarkan sata Kementerian Investasi, Singapura juga menduduki posisi teratas negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia sepanjang triwulan IV 2021 dengan realisasi investasi sebesar USD 2,1 miliar dolar. Disusul, Hongkong sebesar USD 1,5 miliar. Kemudian Amerika Serikat sebesar USD 1,2 miliar, Tiongkok sebesar USD 900 juta, dan Jepang USD 500 juta.

“Amerika ini menarik, dalam lima tahun terakhir nggak pernah dia masuk lima besar, kali ini dia masuk,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads