alexametrics

Bank Mandiri Gelar Forum Investasi Pertemukan Investor dan Pemerintah

27 Januari 2020, 15:35:26 WIB

JawaPos.com – Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, sinergi antara investor, pelaku usaha dan pemangku kepentingan sangat penting dalam menangkap peluang investasi yang dapat mendukung upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tahun ini, pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan iklim investasi adalah melalui implementasi Omnibus Law yang saat ini tengah dirumuskan.

“Perlu strategi dan dukungan semua pihak agar target pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terealisasi. Dasar itulah yang mendorong Bank Mandiri untuk mempertemukan investor dengan pemangku kepentingan agar pembangunan ekonomi berjalan dengan baik,” ujarnya di Menara Mandiri Jakarta, Senin (27/1).

Riset Office of Chief Economist Bank Mandiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 sekitar 5,06 persen di 2019 atau sedikit melambat dibandingkan tahun 2018. Perlambatan terjadi sebagai dampak menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia akibat perang dagang. Meskipun demikian, perlambatan yang dialami Indonesia relatif masih lebih baik dibandingkan sebagian besar negara emerging market lainnya.

Pada 2020 terdapat beberapa sektor ekonomi potensial untuk berinvestasi, di antaranya adalah sektor manufaktur, pariwisata, infrastruktur, dan pendidikan. Peluang investasi pada sektor manufaktur akan difokuskan pada produk-produk yang berorientasi ekspor.

“Sementara itu, peluang investasi pada sektor pariwisata akan difokuskan pada pengembangan tujuan wisata prioritas,” tuturnya.

Adapun peluang investasi di sektor infrastruktur akan mengacu pada daftar Proyek Strategis Nasional, dan peluang investasi di sektor pendidikan akan sejalan dengan agenda pemerintah untuk mempersiapkan SDM Indonesia yang berkualitas dalam menyambut era 4.0.

Sejumlah tokoh akan hadir untuk memberikan pandangan pada Mandiri Investment Forum 2020, antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Kepala BKPM Bahlil Lahadiala serta pembicara lain dari luar negeri serta pembicara dan tokoh finansial lainnya.

Sebagai informasi, Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2020 pada 5-7 Februari 2020. Forum bertajuk Indonesia: Advancing Investment – Led Growth ini akan diikuti sekitar 700 investor dari dalam dan luar negeri yang memiliki kelolaan aset hingga USD 4 triliun. Forum tahun ini akan menjadi pelaksanaan yang kesembilan kalinya dan telah menjadi salah satu forum investor terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Mandiri Sekuritas Silva Halim mengemukakan bahwa rangkaian kegiatan MIF 2020 akan memberikan wawasan dan informasi yang komprehensif guna membantu para investor dalam menyusun strategi investasi yang berkelanjutan di Indonesia.

Rangkaian MIF 2020 dimulai pada tanggal 4 Februari 2020 dengan agenda site visit atau kunjungan ke sejumlah perusahaan korporasi maupun startup di Jakarta yang fokus mengembangkan platform digital untuk layanan finansial, e-commerce, pendidikan, transportasi, dan logistik. Macro Day yang merupakan forum utama MIF akan diselenggarakan pada tanggal 5 Februari 2020 dengan mempertemukan para investor dengan lebih dari 25 narasumber dari pemerintahan dan para pelaku industri.

Selanjutnya, MIF 2020 akan dilanjutkan dengan Corporate Day yang berlangsung pada tanggal 6-7 Februari 2020. Corporate Day memberikan kesempatan bagi para investor untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai peluang-peluang investasi dari berbagai sektor industri yang diwakili oleh 54 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Salah satu peluang investasi yang potensial adalah melalui pasar modal Indonesia. Tim Riset Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2020 akan mencapai 6.875.

“Kami melihat tiga tema besar di tahun 2020 yang menjadi katalis pertumbuhan pasar modal Indonesia, yaitu reformasi kebijakan, konsolidasi industri, serta pergeseran tren dari konsumsi ke investasi,” kata Silva.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads