
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi. (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penerapan mandatori campuran bioetanol 20 persen atau E20 masih bergantung pada kesiapan bahan baku (feedstock) serta persiapan teknis yang dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku sebelum menetapkan tingkat pencampuran bioetanol yang akan diwajibkan.
“Kalau kita menetapkan sekian tetapi tidak tercapai akan percuma. Jadi kita benar-benar akan mandatori bergantung kepada feedstock,” kata Eniya saat ditemui di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan kesiapan hulu untuk mendukung penerapan bioetanol, termasuk mendorong investasi pembangunan pabrik.
Dalam skenario penggunaan E20 untuk sektor non-PSO, kebutuhan pasokan bioetanol diperkirakan membutuhkan sekitar 20 pabrik dengan kapasitas paling kecil 40.000 kiloliter per tahun.
“Sekarang sedang dibahas revisi Perpres 40 untuk gula dan bioetanol. Di situ kita cantumkan permintaan hitungan untuk non-PSO jika 20 persen kita butuhkan sekitar 20 pabrik dengan skala 40 ribu kiloliter per tahun itu paling kecil, kalau bisa lebih dari itu lebih bagus. Dari sini kita harapkan semua investasi itu bergerak untuk hulu,” kata Eniya.
Eniya menegaskan besaran pencampuran yang nantinya dimandatorikan akan mempertimbangkan kemampuan penyediaan bahan baku lokal sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat didukung oleh ketersediaan pasokan.
Lebih lanjut, Eniya mengatakan pemerintah juga menyiapkan tiga Harga Indeks Pasar (HIP) untuk bioetanol berdasarkan bahan baku, yakni molasses (tetes tebu), singkong (cassava), dan jagung.
Ketiga HIP tersebut tengah dibahas bersama asosiasi dan para pemangku kepentingan untuk menentukan harga yang sesuai dengan masing-masing bahan baku.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
