
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) saat berada di booth PLN di GIIAS 2026. Darmawan mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diiringi dengan pengembangan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih ke mobilitas rendah emisi. (Istimewa).
Untuk mendapatkan promo tersebut, pelanggan cukup mengunjungi booth PLN di Hall 8 selama penyelenggaraan GIIAS 2026, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher promo tambah daya yang tersedia.
Keikutsertaan PLN dalam GIIAS 2026 merupakan bagian dari dukungan Perseroan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Melalui penguatan infrastruktur pengisian daya, layanan digital terintegrasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PLN terus mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik guna mendorong transisi energi nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik pada Semester I 2026 mencapai 117 ribu unit atau tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun yang lalu angka itu belum terbaca sama sekali,” ujar Agus.
Baca Juga:Siapkan SDM Untuk Transisi Energi, PLN dan IT PLN Beri Pelatihan Energi Terbarukan Bagi Siswa SMA
Agus menambahkan, sebanyak 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik kini didukung oleh 332 pemasok komponen dalam negeri yang didominasi industri kecil dan menengah. Jumlah tersebut tumbuh 127 persen sejak program kendaraan bermotor rendah emisi dijalankan serta menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung.
“Adapun level atau TKDN, kendaraan elektrik dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40–46 persen. Bahkan ada merek yang sudah bersertifikasi TKDN sampai 80 persen,” jelasnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diiringi dengan pengembangan ekosistem yang semakin andal agar masyarakat semakin mudah beralih ke mobilitas rendah emisi.
“PLN terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya dan berbagai kemudahan layanan bagi pelanggan. Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis adopsi kendaraan listrik akan terus meningkat sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mempercepat transisi energi,” ujar Darmawan.
Selain menghadirkan promo tambah daya, PLN juga terus mempermudah pelanggan melalui layanan Home Charging Services (HCS) yang memungkinkan pemasangan fasilitas pengisian daya di rumah secara mudah, praktis, dan nyaman.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan Hingga Semester I 2026, jumlah layanan HCS yang telah terpasang mencapai 92.112 unit. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik yang didukung kemudahan pengisian daya di rumah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
