
API-IMA mengapresiasi keputusan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait pembatalan skema bagi hasil (gross split) minerba karena karakter operasionalnya berbeda dari migas. (ANTARA)
JawaPos.com - Indonesian Mining Association (API-IMA) menyatakan dukungannya terhadap keputusan pemerintah yang tidak melanjutkan rencana penerapan skema bagi hasil yang selama ini digunakan di sektor minyak dan gas bumi (migas) ke industri mineral dan batu bara (minerba).
Organisasi tersebut menilai keputusan tersebut penting untuk menjaga kepastian berusaha serta menghindari munculnya kebijakan yang berpotensi mengurangi minat investasi di sektor pertambangan.
Direktur Eksekutif API-IMA, Sari Esayanti, menjelaskan bahwa sektor minerba memiliki pola bisnis, risiko, serta karakter operasional yang berbeda dengan industri migas. Karena itu, menurutnya, pendekatan fiskal yang diterapkan pada kedua sektor tersebut tidak dapat disamakan.
"Industri pertambangan minerba memiliki karakteristik yang unik dengan tingkat kompleksitas yang berbeda pada masing-masing komoditas. Perbedaan mendasar inilah yang membuat banyak negara menerapkan sistem royalti dan fiskal yang berbeda dengan sektor migas," ujar Sari dalam keterangannya, Senin (8/6).
API-IMA berharap keputusan tersebut dapat memperkuat kepastian regulasi, khususnya terkait kewajiban finansial perusahaan tambang. Menurut asosiasi, stabilitas kebijakan menjadi faktor penting agar investasi dan kegiatan operasional perusahaan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Harapan itu muncul di tengah berbagai perubahan regulasi yang harus dihadapi pelaku usaha pertambangan. Sejumlah kebijakan yang saat ini menjadi perhatian industri antara lain penerapan ekspor satu pintu, ketentuan Devisa Hasil Ekspor (DHE), penyesuaian tarif royalti dan Harga Patokan Mineral (HPM), bea keluar, hingga implementasi program biodiesel B50.
Lebih lanjut, API-IMA menilai konsistensi kebijakan pemerintah merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga daya saing sektor pertambangan nasional, terutama ketika industri membutuhkan investasi besar untuk mendukung program hilirisasi dan agenda transisi energi.
"Hal ini sangat penting terutama di tengah meningkatnya kebutuhan investasi jangka panjang untuk mendukung agenda hilirisasi dan transisi energi nasional," tambah Sari.
Selain itu, API-IMA juga menyampaikan apresiasinya terhadap rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sedang mengkaji kebijakan relaksasi produksi batu bara. Menurut asosiasi, langkah tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga ketahanan industri di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
