alexametrics

10 Kejadian Penting Dalam Dunia Forex Dalam 1 Dekade Terakhir

26 September 2021, 10:22:15 WIB

JawaPos.com – Dunia mengalami berbagai kejadian besar dalam 10 tahun terakhir di berbagai sektor. Tak terkecuali pasar valuta asing atau foreign exchange.

Kejadian-kejadian ini tidak hanya berdampak pada geliat forex saja, tapi juga memengaruhi dan mengubah arah dunia keuangan secara keseluruhan.

Dikutip dari keterangan resmi OctaFX, berikut adalah 10 kejadian penting yang berdampak pada dunia forex dalam 1 dasawarsa terakhir:

 

1. Flash Crash 2010

Flash crash 2010 terjadi pada 6 Mei 2010. Ini adalah sebuah kejadian di mana dalam waktu singkat pasar modal anjlok dan mengakibatkan kerugian hingga sekitar USD 1 triliun, sebelum pulih beberapa hari kemudian. Jatuh dan bangkitnya pasar modal dalam jangka waktu yang singkat ini berdampak besar terhadap kepercayaan pasar forex pada mata uang cadangan dunia.

 

2. IPO Facebook 2012

Belum pernah ada initial public offering (IPO) dari perusahaan yang berhasil menarik perhatian dan imajinasi industri sedhasyat IPO Facebook tahun 2012. Pada tanggal 18 Mei, saham IPO platform jaringan media sosial tersebut divaluasi 38 dolar AS dengan volume yang melonjak melebihi USD 16 miliar. Hal ini membuatnya menjadi IPO perusahaan teknologi yang paling besar dalam sejarah pada saat itu. Per Juli 2021, saham Facebook berada di kisaran 341 dolar AS.

 

3. Brexit 2016

Inggris membuat heboh Uni Eropa dan dunia pada Juni 2016 saat hasil pengambilan suara British exit alias Brexit pertama diumumkan. Hal ini menyebabkan kepanikan di Uni Europa, dunia barat, dan tentunya di Britania Raya. Kebanyakan pengamat berasumsi bahwa warga Inggris akan memilih untuk tetap bergabung dengan Uni Eropa. Poundsterling Inggris sempat menunjukkan tren naik tepat sebelum hasil pengambilan suara diumumkan, namun pasangan mata uang GBPUSD ditutup pada hari itu dengan penurunan 8 persen.

 

4. Harga Minyak Ambruk di 2016

Harga minyak mentah (crude oil) diperdagangkan antara USD 75 dolar dan USD 115 per barel sepanjang pertengahan awal tahun 2010-an. Era harga tinggi yang berkepanjangan ini mengakibatkan produksi minyak serpih (shale oil) melonjak dan terjadinya revolusi teknologi hidrolika patahan (fracking) di Amerika Serikat. Negeri Paman Sam nyaris melipatgandakan produksi minyaknya di tahun 2014 (dibandingkan dengan tahun 2008), yang meningkatkan persediaan secara masif. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh nyaris menyentuh 26 dolar AS per barel di 2016. Hal ini menjadi tren yang tetap, dengan harga minyak terus mengalami masa sulit sepanjang pertengahan akhir dekade kemarin.

 

5. Fenomena Donald Trump

Pebisnis Donald Trump memenangkan Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2016 usai unggul perolehan suara atas pesaingnya, Hillary R. Clinton. Ini adalah suatu berita yang menggunjang peta politik dunia dan mengukir efeknya pada sektor keuangan pula. Di antara kebijakan administrasi Trump yang paling berdampak antaranya adalah legislasi pada tahun 2017 yang berimbas pada potongan pajak sebesar 1,5 triliun dolar AS yang menstimulasi keuntungan korporasi domestik melampaui 16 persen setahun kemudian.

 

6. Trump dan Cuitannya yang Tak Terkontrol

Cuitan kontroversial Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat rasanya pantas mendapat pembahasan sendiri. Trump seringkali memutuskan untuk mengunggah opini pribadinya yang tidak terkontrol terkait isu-isu yang paling sensitif sekalipun, seperti kesepakatan nuklir Iran, hubungan dengan Korea Utara, Suriah, dan Timur Tengah secara keseluruhan. Berpolitik melalui jaringan microblogging Twitter semakin menambah persona politik Trump yang tidak tertebak dan memberi pengaruh cukup nyata terhadap sentimen pasar keuangan.

 

7. Jatuhnya Pasangan USD-JPY dan AUD-USD di 2019

Pada bulan Januari 2019, sebuah pernyataan resmi dari Apple dianggap sebagai penyulut flash crash. Perusahaan teknologi raksasa tersebut memberi perhatian pada perekonomian Tiongkok yang tengah kesulitan sehingga mendorong para trader untuk melepaskan mata uang yang volatil, seperti dolar Australia. Banyak yang mengambil posisi pada yen Jepang, yang acapkali terjadi manakala perekonomian TIongkok berfluktuasi, sehingga berdampak pada pasangan tradingnya yang signifikan yakni pemerintahan Australia. Bagi mereka yang berada di komunitas trading profesional dan memiliki analisa serta penilaian strategi yang tepat, diuntungkan oleh konsekuensi flash crash ini.

 

8. Joe Biden Jadi Presiden Amerika Serikat

Di tengah pandemi Covid-19, Donald Trump sebagai presiden petahana yakin akan dipilih ulang. Faktanya, ia kalah di tangan Joe Biden. Usai kontroversi dan drama politik yang memicu ketidakpastian pada masyarakat dan pasar, Biden memenangkan pemilihan sekaligus mencetak rekor sebagai kandidat presiden pertama yang menghimpun lebih dari 80 juta suara.

 

9. Kejadian ‘Black Swan’ Terhadap Kripto di 2020

Pada tahun itu, Bitcoin jatuh ke nominal nyaris USD 3.500 per koin. Angka ini merosot sekitar 80 persen dari pasaran awal tertinggi di kisaran USD 20.000 pada 2017. Tak cuma itu, Ethereum juga tertekan menyentuh USD 86 setelah pernah mencapai titik tertinggi hampir USD 1.500 yang menyeret keseluruhan pasar altcoin. Pakar sepakat bahwa krisis virus Korona menjadi faktor utama yang mencetus crash ini.

 

10. Pandemi Covid-19

Kejadian paling signifikan dari seluruh rangkaian kejadian heboh yang ada jelas adalah merebaknya Covid-19 di seluruh penjuru dunia. Banyak yang sudah mengulas dan menulis bagaimana pandemi global ini memberi massif pada dunia politik dan ekonomi, terutama fluktuasi kepercayaan terhadap dolar AS sebagai mata uang cadangan devisa dunia.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads