alexametrics

Melirik Kopi Lereng Gunung Merapi yang Sudah Menembus Pasar Eropa

26 September 2018, 19:05:54 WIB

JawaPos.com – Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, termasuk soal kopi. Maka tak heran jika citarasa kopi daerah satu dengan lainnya berbeda-beda. Hal tersebut juga terjadi di lereng Gunung Merapi.

Lantaran kekhasan tersebut, kini petani di lereng Merapi yang menanam kopi mulai menikmati hasilnya. Terlebih permintaan ekspor kian membanjiri kopi Merapi. Selain Finlandia, ke depan pemasarannya juga merambah Moscow dan Swedia di benua Eropa.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan, belum lama ini Bupati Sleman, Sri Purnomo telah mempromosikan hingga ke Finlandia. Respons para penikmat kopi di sana pun cukup bagus.

“Kopi lereng Merapi cukup khas rasanya. Karena tanamannya tumbuh di tanah abu vulkanik,” katanya, Rabu (26/9).

Tanamannya pun sudah cukup lama, baik itu sebelum erupsi 2010 maupun sesudahnya semakin bertambah. Pihaknya juga secara rutin memberikan bantuan berupa bibit setiap kali musim hujan. “Lokasi budidaya berada di (Kecamatan) Cangkringan, Pakem, Turi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani menambahkan, dengan respons yang baik dari penikmat kopi di Finlandia itu, pihaknya pun akan melakukan pembenahan di berbagai sektor.

“Terkait perizinannya, indikasi geografi, dan paten mereknya baru setelah itu bisa diekspor karena sudah ada permintaan dari Firlandia,” katanya.

Selain Finlandia, juga ada beberapa negara yang punya potensi untuk bisa diekspor produk kopi Merapi ini. Seperti Moscow dan Swedia. “Di Moscow dan Swedia dimana konsumsi masyarakatnya terhadap kopi cenderung tinggi,” katanya.

Promosi di tingkat lokal pun gencar dilakukan. Seperti pada Rabu (26/9) di Wisma Sanata Dharma Desa Pentingsari Kecamatan Cangkringan, dengan mengadakan Festival Kopi Merapi.

Dalam acara itu, terrdapat 30 stand yang menjajakan berbagai hasil produksi biji kopi merapi yang terdiri dari 25 barista dan 5 petani. Ke 30 stand tersebut menyediakan serta mengolah secara langsung biji kopi dengan teknik yang berbeda-beda.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Close Ads
Melirik Kopi Lereng Gunung Merapi yang Sudah Menembus Pasar Eropa