Perusahaan Ini Sukses Fasilitasi 6,5 Juta UMKM untuk Go Digital

26 Agustus 2021, 14:11:53 WIB

JawaPos.com – BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM Indonesia mengumumkan bahwa mereka sudah menggaet 6,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdiri sejak 2019, mereka berkomitmen membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien.

Menindaklanjuti pencapaian tersebut, BukuWarung siap melahirkan inovasi baru untuk memudahkan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan aplikasinya, serta menjalankan serangkaian aktivitas pelatihan guna meningkatkan kapabilitas UMKM agar siap go digital.

“UMKM menjadi fokus BukuWarung mengingat peran krusialnya terhadap perekonomian Indonesia. Berjumlah sekitar 65 juta dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen pada perekonomian negara, UMKM menjadi kelompok kunci yang akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara,” ujar CEO dan Co-Founder BukuWarung, Abhinay Peddisetty dalam keterangan resminya.

Abhinay melanjutkan, mereka mengembangkan bisnis dan layanan agar semakin menguatkan posisi sebagai startup teknologi terdepan yang berkontribusi memajukan ekonomi digital Indonesia lewat pemberdayaan UMKM.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia amat luar biasa. Diprediksi, nilainya bisa menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara pada 2030 mendatang, dengan jumlah UMKM yang go digital diharapkan mencapai 30 juta pada 2030 (per 2020 baru sebanyak 11,7 juta, Red).

“Memahami karakter UMKM di Indonesia, BukuWarung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel. Kami memulai aplikasi BukuWarung dengan menawarkan pencatatan keuangan digital yang gampang diakses dan digunakan oleh para pelaku UMKM. Cakupan layanan BukuWarung kemudian kami perluas sehingga memungkinkan pelaku UMKM melakukan pembayaran digital, serta membantu mereka melakukan peralihan dari offline ke online untuk menjual dagangan,” lanjut Abhinay.

Awal Agustus lalu, BukuWarung melengkapi aplikasinya dengan fitur penjualan produk digital: pulsa ponsel, token listrik, hingga top-up uang elektronik. Melalui layanan ini, pelaku UMKM mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan.

“Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik,” kata Abhinay.

Selain penyediaan teknologi yang terus diperbarui, dukungan BukuWarung untuk membawa UMKM go digital juga diperkuat dengan program Komunitas Juragan Bisnis, yang merupakan rangkaian pelatihan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.

Dimulai sejak April 2020, inisiatif ini berhasil mendampingi lebih dari 4.000 UMKM dengan keterampilan akuntansi pencatatan keuangan digital, pengoptimalan etalase online untuk pengembangan usaha, serta pembayaran digital untuk transaksi bisnis mereka. Targetnya, program Komunitas Juragan Bisnis akan diperluas dengan target keterlibatan hingga 10.000 UMKM sepanjang 2021.

Sebagai bagian dari percepatan pengembangan bisnis, kata Abhinay, BukuWarung sedang menjalankan perekrutan secara agresif dan berencana menggandakan jumlah timnya menjadi 300 karyawan yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan India, serta beberapa negara lainnya.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini: