alexametrics

Realisasi Investasi Masih Cemerlang, Sektor Kesehatan jadi Primadona

26 Maret 2020, 20:45:21 WIB

JawaPos.com – Realisasi investasi masih menerbitkan senyum pada kuartal pertama tahun ini. Kendati perekonomian tidak stabil, realisasi investasi selama tiga bulan terakhir mencatatkan kenaikan 4–5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, sejauh ini, pihaknya belum merevisi target investasi. “Grafiknya naik terus,” ujarnya Senin (23/3).

Data BKPM mencatatkan realisasi investasi asing langsung alias foreign direct investment (FDI) pada Januari–Maret 2019 sebesar Rp 195,1 triliun. Dengan capaian itu, berarti ada sekitar Rp 202 triliun FDI yang masuk pada Januari–Maret tahun ini. Capaian tersebut tercatat 23 persen dari target realisasi investasi langsung tahun ini yang mencapai Rp 866 triliun.

Bahlil menyebutkan beberapa hal yang menjadi pemicu tumbuhnya realisasi investasi. Antara lain, investasi yang sudah ada sebelumnya atau existing. Nilainya 50–60 persen. Juga ada kebijakan dari BKPM yang telah membebaskan sekitar Rp 200 triliun investasi yang mangkrak dari total Rp 708 triliun investasi.

“Kami ganti pola. Kalau selama ini BKPM nunggu, sekarang kami jemput bola. Kami datangi teman-teman yang usahanya terkendala. Kami dampingi biar bisa terealisasi,” katanya.

Mantan pengusaha itu juga menuturkan bahwa investor FDI cenderung tetap aktif berinvestasi di Indonesia meski sentimen Covid-19 menghantui. Para pengusaha juga mengikuti alur dengan memperhatikan sektor yang prospektif di tengah pandemi.

Menariknya, sektor kesehatan mengalami kenaikan yang signifikan. Yakni, dari sebelumnya berada di posisi kelima sebagai sektor dengan kontributor terbesar kini melesat ke posisi kedua. Sementara itu, posisi pertama masih diduduki sektor perdagangan.

Data pada Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM menunjukkan bahwa ada 1.482 izin edar alat kesehatan yang sudah diterbitkan. Secara umum, Bahlil tetap optimistis investasi terus naik. Kendati demikian, BKPM tetap mempersiapkan tiga skenario realisasi target investasi 2020.

Sementara itu, Bank Dunia menyetujui pinjaman USD 300 juta (sekitar Rp 4,9 triliun) untuk Indonesia. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan bahwa pinjaman tersebut dialokasikan ke sektor keuangan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tetap tercapai.

Belakangan, menurut Luky, pemerintah telah mengambil langkah-langkah penting untuk memperkuat sektor keuangan. Khususnya untuk pengawasan keuangan dan pengelolaan di masa krisis.

“Sekarang, percepatan reformasi lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi tanpa mengabaikan stabilitas diperlukan untuk membiayai kurangnya infrastruktur dan memperluas peluang ekonomi bagi individu dan usaha di Indonesia,” ucapnya.

INVESTASI ASING LANGSUNG (FDI)

Januari–Maret 2020: Rp 202 triliun

Januari–Maret 2019: Rp 195,1 triliun

Keterangan: Tumbuh 5 persen YoY

Target investasi sepanjang 2020: Rp 866 triliun

Sumber: BKPM

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/c20/hep)



Close Ads