alexametrics

BI Sebut Dampak Depresiasi Rupiah terhadap Inflasi Relatif Kecil

26 Maret 2020, 17:32:36 WIB

JawaPos.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan berdampak kecil terhadap inflasi. Apalagi, pemerintah telah menjamin pasokan barang dan bahan pangan pokok (bapok).

“Antisipasi sudah dilakukan hingga bulan depan masuk Ramadan,” ujarnya dalam videoconference, Kamis (26/3).

Perry menjelaskan, terdapat empat faktor yang menyebabkan terjerembabnya kurs tak berdampak signifikan terhadap inflasi. Pertama, ketersediaan bapok dan barang kebutuhan cukup.

Kedua, melihat agregat permintaan-penawaran, maka kenaikan perekonomian dapat dipenuhi dari angka penawaran. “Sehingga kesenjangan output negatif. Dampak ke inflasi sangat rendah,” tuturnya.

Ketiga, kredibilitas BI menolak kebijakan moneter dengan memastikan sasaran inflasi tercapai. Terakhir, depresiasi nilai tukar mata uang Garuda saat ini disebabkan oleh kepanikan global.

Sebab, begitu ada kejelasan mengenai wabah Covid-19, fiskal maupun moneter, maka Rupiah kembali stabil dan menguat. “Saat ini (kurs) Rupiah bersifat temporer. Itu inflasi akan terkendali,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads