JawaPos Radar

Harga Anjlok, Pinsar Surakarta Siap Bagikan 1.000 Ayam

25/09/2018, 20:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Harga Ayam Potong
ILUSTRASI: Anjloknya harga ayam potong membuat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging eks Karesidenan Surakarta berencana mengadakan pembagian ayam hidup. (dok. Bontang Pos/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Anjloknya harga tidak hanya terjadi pada komoditi bawang merah saja. Harga ayam potong juga mengalami penurunan harga yang sangat tinggi dengan kisaran mencapai Rp 5.000 per ekornya.

Kondisi ini membuat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging eks Karesidenan Surakarta berencana mengadakan pembagian ayam hidup. 

Pinsar sudah menyiapkan 1.000 ekor ayam hidup yang akan dibagikan kepada warga, Rabu (26/9) di Pasar Jongke, Pajang, Solo. Upaya ini diharapkan dapat menaikkan kembali harga ayam seperti harga normal yakni Rp 18 ribu per ekornya.

Ketua Pinsar, Parjuni mengatakan, menurunnya harga ayam salah satunya disebabkan karena pasokan yang melimpah. Sementara jumlah pembeli mengalami penurunan. Sehingga, permintaan pun juga berkurang. 

"Panen yang dilakukan saat ini sebenarnya hasil panen Juni dan Juli lalu, sehingga pasokannya juga melimpah. Sedangkan sekarang ini daya beli masyarakat juga rendah," katanya.

Dengan kondisi ini, Parjuni pun meminta pemerintah agar turun tangan untuk menstabilkan kembali harga ayam di pasaran. Selama ini, Pinsar selalu diminta menurunkan harga ayam saat harga mulai melambung. 

"Dan sekarang giliran pemerintah membantu untuk mengangkat harga ayam, jangan saat harga melambung kami dikejar-kejar untuk menurunkan harganya. Tetapi, saat harga seperti ini (anjlok) pemerintah enggan menolong," ucapnya.

Saat ini harga ayam di pasar bisa dikatakan normal. Akan tetapi, harga ayam dari peternak sangat rendah. Parjuni pun menilai pedagang mengambil keuntungan terlalu tinggi. Dalam pembagian ayam hidup yang diadakan besok mulai pukul 08.00 WIB Pinsar juga menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan juga Bank Indonesia (BI).

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up