JawaPos Radar

Barang Konsumsi dan Elektronik Banjiri RI, Terbanyak dari Tiongkok

25/06/2018, 13:35 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Barang Konsumsi dan Elektronik Banjiri RI, Terbanyak dari Tiongkok
peti kemas ekspor impor (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Mei 2018 sebesar USD 17,64 miliar. Angka ini naik sebesar 28,12 persen dibandingkan Mei 2017. Impor terbesar RI berasal dari Tiongkok yaitu sebesar 27 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, impor barang sejumlah konsumsi seperti barang elektronik seperti mesin dan laptop, besi, hingga anggur dari negara tirai bambu itu membanjiri Indonesia.

"Impor pada Mei kenaikan didorong oleh barang konsumsi karena Ramadan, peningkatan barang konsumsi diharapkan berpengaruh pada konsumsi rumah tangga di kuartal II," ujarnya di kantornya, Senin (25/6).

Selain Tiongkok, Suhariyanto menyebut impor Indonesia juga berasal dari Jepang sebesar 11,53 persen, kemudian disusul Thailand sebesar 6,93 persen.

BPS mencatat, impor barang konsumsi lain selama Mei naik 14,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara secara tahunan naik 34,01 persen.

"Beberapa barang konsumsi yang tinggi adalah beras berasal dari Vietnam, gula dari Thailand, anggur dari Tiongkok, dan vaksin yang berasal dari India," tuturnya.

Sementara impor bahan baku penolong, lanjutnya, naik 9,02 persen dari bulan lalu atau, naik 24,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Beberapa bahan baku yang baik di antaranya raw sugar, emas, ada batu bara untuk memasak, kemudian beberapa jenis besi yang berasal dari Tiongkok," imbuhnya.

Di samping itu, Suhariyanto menyebut, kebutuhan pembangunan infrastruktur juga mendongkrak naiknya impor untuk batang modal sebesar 43,4 persen dibanding tahun lalu. Hal itu mengingat Indonesia membutuhkan barang seperti mesin dan elektronik lainnya.

"Kumulatifnya, total USD 77,77 miliar naik 24,75 persen. Komposisinya barang yang banyak diimpor mesin-mesin, pesawat mekanik, dan mesin peralatan listrik," tandasnya.

(ce1/mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up