alexametrics

Pengguna Tol Dapat Potongan 15 Persen

Agar Pemudik Tak Terbebani Biaya
25 Mei 2019, 12:24:54 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memutuskan untuk memberikan diskon 15 persen kepada pengguna jalan tol pada periode mudik dan balik Lebaran tahun ini. Diskon tersebut berlaku di semua ruas jalan tol di Indonesia.

Seluruh operator jalan tol atau dikenal dengan badan usaha jalan tol (BUJT) di bawah naungan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) sepakat memberikan potongan harga pada 3 hari sebelum puncak arus mudik dan 3 hari selepas puncak arus balik.

Berdasar perhitungan pemerintah, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 30 Mei hingga 2 Juni 2019. Sementara itu, pada arus balik yang diperkirakan mulai 7 hingga 9 Juni 2019.

Ketua ATI Desi Arryani menjelaskan, ATI berharap dengan konfigurasi tanggal di atas, beban arus mudik yang diperkirakan paling banyak dipikul jalan tol lebih terdistribusi. Langkah itu juga mendorong para pemudik untuk berangkat lebih awal dan kembali lebih akhir. “Apalagi saat ini tol Trans-Jawa sudah tersambung. Kami memperkirakan volume lalu lintas akan naik signifikan,” terang Desi kemarin (24/5).

Tol Malang menuju Pandaan KM 65 di kawasan Desa Sumbersuko, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu ruas tol Trans-Jawa yang beroperasi pada Mudik 2019. (Mokhamad Zubaidillah/JAWA POS RADAR BROMO)

Selain itu, menurut Desi, potongan tarif diberikan agar masyarakat yang mudik tidak terlalu menanggung beban biaya yang tinggi. Desi juga menyampaikan bahwa diskon 15 persen untuk perjalanan menerus dalam satu cluster tol Trans-Jawa yang diberlakukan di beberapa ruas sejak 23 Mei 2019 dihentikan. “Ini sebagai bentuk kebersamaan ATI dan masyarakat selaku pengguna jalan tol. Kami ingin memudahkan perjalanan masyarakat bersilaturahmi kepada keluarganya,” jelas Desi.

Diharapkan, jadwal diskon yang disampaikan BUJT bisa menjadi acuan pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan mudik. Meski berlaku diskon 15 persen, BUJT tetap berupaya maksimal agar pengguna jalan selalu merasa aman dan nyaman.

Desi mengingatkan pemudik untuk memastikan kecukupan saldo uang elektronik dan mengisi penuh bahan bakar sebelum berkendara dan memasuki jalan tol. Hal itu tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga pengendara lain karena tidak menimbulkan antrean, terutama di gerbang tol. Desi menyebut, tujuan utama sistem e-toll adalah mengeliminasi waktu transaksi. “Kalau sampai gerbang masih repot minta bantuan top up, sama saja antrean tetap panjang,” katanya.

Ramdani Basri, pengurus ATI dan Dirut Nusantara Infrastruktur, mengungkapkan bahwa dengan diberlakukannya diskon, beberapa persen pendapatan hilang. Namun, dia optimistis bisa ditutup dengan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/c6/git)