alexametrics

Rupiah Kian Merosot, BEI Meminta BI Tak Perkeruh Persepsi Investor

25 Mei 2018, 13:45:26 WIB

JawaPos.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini jauh di bawah fundamental perekonomian Indonesia.  Maka, pihaknya mengimbau Bank Indonesia (BI) selaku otoritas agar meyakinkan pelaku pasar bahwa perekonomian Indonesia pasti pulih lagi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyinggung soal redenominasi atau penyederhanaan nominal Rupiah. Ia tidak setuju terhadap kebijakan tersebut. Sebab hal itu bisa melahirkan gambaran kondisi pesimistis perekonomian Indonesia.

“Kalau seorang pejabat otoritas moneter mengatakan redenominasi nanti bisa satu dolar satu juta bagaimana, ya jangan begitu dong. Itu sama saja menganggap bahwa masa depan Indonesia lebih buruk dari masa sekarang,” tuturnya di Jakarta seperti diberitakan Jumat (25/5).

Menurutnya, sebagai otoritas moneter seharusnya mampu menciptakan rasa aman kepada masyarakat. “Ini jelas adalah tugas wibawa dari otoritas moneter dan juga otoritas fiskal. Jadi bukan saya tidak setuju dengan redenominasi Rupiah ini,” imbuhnya.

Di samping itu, dirinya juga mengingatkan kepada pemerintah agar dapat meyakinkan investor maupun publik bahwa ruang fiskal maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dalam kondisi yang masih sehat. 

“Otoritas fiskal juga sebaiknya berbicara hal yang sama kepada publik dan menekankan masyarakat bahwa APBN kita cukup kuat ke depannya untuk membayar kewajiban utang,” tuturnya.

Tito menjelaskan, bahwa sebenarnya fundamental ekonomi Indonesia masih stabil dan kuat meskipun saat ini sedang dihantui oleh gejolak perekonomian global yang menghantam Rupiah.

“Ekonomi kita relatif stabil kok, fundamental currency kita terhadap dolar AS (rupiah) tidak selemah yang dipikirkan. Kami mengharapkan otoritas moneter bisa meyakinkan masyarakat bahwa secara fundamental ekonomi kita tidak lemah,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (mys/JPC)



Close Ads
Rupiah Kian Merosot, BEI Meminta BI Tak Perkeruh Persepsi Investor