alexametrics

Tarif Ojol Ditentukan, Promo Tak Lagi Menguntungkan Konsumen

25 Maret 2019, 15:50:13 WIB

JawaPos.com – Ketentuan biaya jasa ojek online (ojol) resmi diatur pemerintah. Nantinya setiap wilayah yang sudah ditentukan oleh pemerintah mempunyai besaran yang berbeda.

Jika tarif sudah ditentukan, bagaimana dengan tarif promo?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi mengatakan, program promo sejatinya tidak ada dalam rezim dunia transportasi. Namun, pihaknya tidak akan melarang adanya program tersebut.

Hanya saja, promo itu diberlakukan asal tidak merugikan pengemudi. Artinya, besaran biaya yang diterima pengemudi tidak boleh kurang dari ketentuan yang sudah diatur pihaknya.

Sebagaimana diketahui, untuk biaya jasa di zona 2 yang meliputi jabodetabek, jasa batas bawah sebesar Rp 2 ribu per km dan tarif batas atas sebesar Rp 2.500 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp 8 ribu – Rp 10 ribu.

Dari tarif tersebut, biaya jasa minimal merupakan biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer (km). Adapun tarif yang berlaku itu bersifat nett atau bersih diterima pengemudi.

Artinya, biaya jasa yang harus diterima pengemudi di wilayah Jabodetabek harus sesuai besaran itu. Meski ada promo, maka tarif tidak akan mengalami perubahan signifikan. Biaya itu juga belum termasuk batas maksimal biaya dari aplikator sebesar 20 persen.

“Menyangkut promo, dalam rezim transportasi kita enggak mengenal promo. Kalaupun ada promo itu prinsipnya nett nya tidak boleh turun dari angka yang kita tentukan,” ujarnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (25/3).

Dengan pemberlakuan ini, maka tarif promo yang diberikan oleh aplikator tidak akan cukup terasa bagi konsumen. Sebagai contoh, seorang penumpang naik ojol menuju ke tempat A dengan jarak 4 KM. Penumpang itu artinya harus membayar tarif sebesar Rp 12 ribu dengan asumsi Rp 10 ribu biaya nett pengemudi dan Rp 2 ribu merupakan besaran dari biaya aplikator sebesar 20 persen.

Jika harus diberikan promo, maka mau tidak mau aplikator yang harus berkorban. Sehingga, promo nantinya tidak terlalu menguntungkan. Meski begitu, Dirjen Budi menegaskan jika pengaturan tarif ini diberlakukan demi keberlangsungan bisnis tersebut. 

“Jadi kalau ada batas atas kita untuk kepentingan pengemudi dan masyarakat. Jangan sampai nanti masyarakat membayarnya berlebihan. Nanti jangan sampai dibayarkan Rp 3 ribu. Artinya apliaktor tidak boleh memainkan batas atas. Itu biasanya biasa dimainkan pas hujan, malam hari dan jam sibuk,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Tarif Ojol Ditentukan, Promo Tak Lagi Menguntungkan Konsumen