alexametrics

Banyak UMKM Belum Paham BPJS Ketenagakerjaan

25 Maret 2019, 18:10:48 WIB

JawaPos.com – Banyak pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari 3.000an UMKM yang ada, pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya 329 orang.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun mendorong kepada pelaku UMKM agar segera mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Para pekerja akan mendapatkan perlindungan dari kecelakaan kerja jika diikutkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” terang Kepala Dinas Koperasi dan UKM Solo, Nur Haryani usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi dan UKM, Senin (25/3). 

Guna mendorong kepedulian para pelaku UMKM terhadap pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Nur melanjutkan, pihaknya rutin untuk melakukan sosialisasi. Terutama kepada para pelaku UMKM.

Nur juga menyampaikan, dari data yang ada, jumlah pekerja di UMKM yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya sebanyak 329 orang. “Padahal jumlah UMKM yang ada pada kami sekitar 3.000an, dari satu UMKM itu jumlah pekerjanya antara 1-15 orang,” imbuhnya. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta, Yosef Rizal menjelaskan, minimnya pelaku UMKM yang mengikutkan karyawannya sebagai peserta BPJS adalah karena ketidaktahuan mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Banyak yang beranggapan, bahwa BPJS Ketenagakerjaan sama dengan BPJS Kesehatan. “Padahal ini beda, dan sebagian masyarakat hanya mengetahui mengenai BPJS Kesehatan, ” katanya. 

Maka dari itu, lanjut Yosef, pihaknya bersama Dinas Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mendorong para pelaku UKM agar segera mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Copy Editor :

Banyak UMKM Belum Paham BPJS Ketenagakerjaan