
Photo
JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pertumbuhan Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia pada kuartal III 2022 tercatat terbesar dalam sejarah.
Dalam paparannya, Bahlil menyebut PMA pada kuartal III ini tercatat sebesar Rp 168,9 triliun atau tumbuh 63,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sedangkan, secara bulanan atau month-to-month (mtm) investasi asing di Indonesia hanya tumbuh 3,5 persen.
"Ini terbesar dalam sejarah. Jadi, kita tumbuh 63 persen. Saya sejak masuk di Kementerian BKPM saya tanya pernah enggak tumbuh segini, rasanya nggak ditemukan, tapi kita lagi cari," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (24/10).
Bahlil menjelaskan, negara penanam modal PMA pada kuartal III terbesar masih dipegang Singapura dengan nilai USD 3,8 miliar atau 32,5 persen. Disusul oleh Tiongkok sebesar USD 1,6 miliar, kemudian Jepang USD 1,0 miliar, Hongkong sebesar USD 1,0 miliar, dan Malaysia sebesar USD 900,9 juta.
"Peringkat keenam Korea Selatan USD 769 juta, Amerika Serikat 720,6 juta, Belanda 432,4 juta, dan Australia USD 185,7 juta," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan investasi yang tumbuh hingga kuartal III ini meningkatkan keyakinan pemerintah bahwa target investasi sampai akhir tahun bisa tercapai sesuai target yakni Rp 1.200 triliun. Ini sejalan dengan kebijakan yang terus dilakukan pemerintah untuk mempermudah investasi yang masuk.
"Kemudian ada juga trust kepemimpinan bapak presiden, kemudian fokus pemerintah dalam konsisten membangun arah kebijakan investasi," ujarnya.
Secara rinci, ada lima sektor utama investasi yang diminati oleh investor selama kuartal III 2022. Pertama, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar USD 2,8 miliar.
Kedua, sektor listrik, gas dan air sebesar USD 1,2 miliar. Ketiga, sektor pertambangan tercatat realisasi investasinya sebesar USD 1,1 miliar.
"Keempat sektor industri kimia dan farmasi sebesar USD 1,0 miliar dan kelima, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi USD 0,9 miliar," pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
