JawaPos Radar

Perbaiki Neraca Dagang, Pemerintah Indonesia Tekan Impor

24/07/2018, 16:09 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Perbaiki Neraca Dagang, Pemerintah Indonesia Tekan Impor
Ilustrasi impor (Dok. JawaPos.Com)
Share this

JawaPos.com  - Untuk memperbaiki neraca perdagangan dalam negeri, pemerintah melakukan konsiliasi. Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencermati barang-barang apa saja yang boleh dan tidak boleh diimpor.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengaku, selama ini supaya barang itu dapat diimpor ada tiga kriterinya, Pertama jika barang yang dimaksud tidak ada maka boleh impor, Kedua jika barang itu ada di dalam negeri namun tidak mencukupi stoknya juga boleh diimpor, Ketiga jika barang itu ada namun spesifikasinya tidak memenuhi maka boleh diimpor.

“Tapi kalau barang itu ada dan masuk speknya kenapa kita harus impor,” kata Mardiasmo di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (24/7).

Hal itulah yang memicu terjadinya defisit neraca perdagangan RI. Mardiasmo mengatakan sejauh ini regulator juga sudah membatasi dengan melakukan listing terhadap barang-barang impor. Namun data tersebut diperoleh secara tahunan. Sedangkan dalam satu tahun kondisi yang terjadi bisa berubah-ubah.

“Makanya akan diintensifkan secara tiga bulanan dari Kementerian ESDM, Kemenkeu, Kemenperin itu bisa kita lihat barang-barang prioritas masuk lartas atau tidak,” ungkapnya.

Dengan begitu, tidak boleh semabarang barang bisa diimpor dari luar negeri. Sehingga penggunaan kandungan produk lokal bisa mengalami peningkatan. Di samping itu, Mardiasmo meyakini hal itu juga bisa menurunkan volume impor barang sebesar USD 20 miliar per tahunnya sehingga dapat menyehatkan neraca dagang yang negatif.

“Dengan begitu neraca pembayaran kita engga lagi negatif,” ungkapnya.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up