alexametrics

Indonesia Catatkan Surplus Perdagangan USD 210 Juta Sepanjang Mei 2019

24 Juni 2019, 14:14:47 WIB

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD 210 juta sepanjang Mei 2019. Capaian itu dibukukan dari total ekspor Indonesia pada Mei 2019 tercatat sebesar USD USD 14,74 miliar dengan total impor mencapai USD 14,53 miliar.

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia secara bulanan (MtM) meningkat 12,42 persen dibandingkan April 2019. Dalam waktu sebulan, kinerja ekspor nasional membaik dari USD 13,11 miliar menjadi 14,74 miliar. Namun secara Year On Yeaf (YoY), ekspor menurun sebesar 8,99 persen.

Adapun peningkatan ekspor bulanan itu disebabkan oleh meningkatnya ekspor migas yang naik dari USD 741 juta menjadi USD 1,114,2 juta atau naik sebesar 50,19 persen. Sebaliknya, ekspor non migas juga mengalami kenaikan dari USD 12.370 Juta menjadi USD 13,627 atau naik sebesar 10,16 persen.

Rinciannya, peningkatan terbesar ekspor migas dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor gas sebesar 99,40 persen menjadi USD 890,5 juta. Sementara itu, peningkatan ekspor sektor non migas dipengaruhi oleh ekspor lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD 178,0 juta atau 14,97 persen.

“Ada beberapa ekspor non migas yang mengalami peningkatan besar, disana bisa diliat yang ada peningkatan paling besar adalah lemak dan minyak nabati,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (24/6).

Sementara itu, nilai impor migas nasional USD 14,53 dikatakan mengalami penurunan sebesar 5,62 persen dibandingkan bulan lalu. Demikian pula jika dibandingkan pada Mei 2018 (YoY) yang turun sebesar 17,71 persen.

Penurunan impor nonmigas diketahui telah menurun sebesar 5,48 persen dibandingkan bulan lalu (MtM), sedangkan bila dibanding secara tahunan menurun 15,94 persen. Dan untuk nilai impor migas juga mengalami penurunan sebesar 6,41 persen dari bulan lalu, sementara secara tahunan menurun sebesar 26,98 persen.

Untuk impor nonmigas, penurunan impor terbesar dipengaruhi oleh golongan mesin dan peralatan listrik sebesar USD 158,5 juta atau 8,68 persen. Sedangkan untuk impor migas dipicu oleh turunnya nilai impor hasil minyak USD 263,6 juta atau 18,29 persen dan gas USD 59,5 Juta atau 18,13 persen.

“Saya berharap neraca dagang dapat semakin membaik dengan berbagai kebijakan pemerintah terutama yang dikerahkan lintas kementerian dan lembaga,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads