JawaPos Radar

Investor Asing Menanti Rupiah Pulang Ke Posisi Rp13.000-Rp13.500

24/04/2018, 17:16 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Investor Asing Menanti Rupiah Pulang Ke Posisi Rp13.000-Rp13.500
Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Dok. JawaPos.Com)
Share this image

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah nyaris tembus level Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat.  Menurut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hal tersebut turut mempengaruhi perdagangan saham. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan, investor asing saat ini mengambil sikap wait and see terhadap pergerakan Rupiah hingga kembali pada titik stabil.

“Selama tiga tahun  Rupiah mampu bertahan di angka Rp 13.000-Rp 13.500. Apakah kondisi ini akan berkepanjangan, tentunya akan ada rebalancing lagi dari nilai mata uang kita, nah rebalancing-nya ke titik mana, ini kan pertanyaannya," ujarnya di Gedung BEI, Selasa (24/4). 

Samsul juga menuturkan, titik seimbang atau rebalancing yang dimaksud merupakan penyesuaian kembali alokasi portofolio sesuai tujuan investor. Jika sudah mencapai titik tersebut ini investor asing akan kembali melakukan rebalancing portofolio. 

Ketika Rupiah melemah, ada kecenderungan investor asing menarik investasi dari pasar negara berkembang menuju pasar negara maju. "Pada saat rebalancing itulah investor akan mengkalkulasi lagi kebijakan investasi mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, pantauan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, dari awal tahun hingga periode dua sampai tiga hari lalu mengalami depresiasi hingga 2,23 persen. 

Namun, pelemahan Rupiah cenderung lebih baik ketimbang koreksi mata uang negara berkembang lainnya, seperti Brazillian Real (turun 2,81 persen), Indian Rupee (turun 3,38 persen), Philippine Peso (turun 4,15 persen), dan Turkish Lira (turun 6,54 persen). 

Dua negara berkembang yang masih kokoh terhadap Dolar AS adalah mata uang Thailand, Thai Baht yang menguat 4,01 persen dan mata uang Malaysia, Ringgit Malaysia yang terapresiasi 3,82 persen. 

“Ada kecenderungan hampir semua mata uang enggak hanya Indonesia tapi juga bahkan negara yang punya hak currency seperti jepang mereka juga terpengaruh. Bank Indonesia tentunya enggak akan tinggal diam juga, mudah mudahan operasi pasar mereka bisa membuat balance dari sisi rupiah,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up