alexametrics

2019, Industri Perhotelan Diklaim Tetap Moncer

24 Februari 2019, 20:05:15 WIB

Jawapos.com – Kebijakan naiknya harga tiket pesawat disertai bagasi berbayar yang diterapkan sejumlah maskapai turut berdampak pada industri perhotelan. Kendati demikian, hal tersebut dinilai hanya sementara dan tidak berlansung secara terus menerus dan menjadi momok.

Berkaca dari prospek pariwisata di 2018 lalu, dan dengan sejumlah program untuk terus mendukung sektor pariwisata di Indonesia di 2019, sektor perhotelan dinilai akan menjadi bagian dari perkembangan industri pariwisata nasional. Hal itu diungkapkan oleh Chief Project, Legal and IT Officer Tauzia Hotels, Christophe Glass, Minggu (24/2).

Chris menjelaskan, tahun 2018 menjadi awal kebangkitan industri perhotelan yang sejak 2016 lalu selalu mengalami perlambatan. “2019 ini saya kira akan lebih baik lagi, tahun lalu sudah baik perkembangan pariwisata, banyak yang datang berkunjung,” kata Chris menjelaskan.

Tauzia yang telah memiliki lebih dari 60 jaringan hotel, lanjut Chris,  melihat dukungan infrastruktur dari pemerintah memberikan pengaruh cukup baik, selain memang memberikan fokus besar pada sektor pariwisata. Rencana akan mendirikan 10 Bali baru menjadi kabar baik akan hadirnya lokasi baru untuk industri perhotelan.

“Dalam pertemuan dengan PHRI (Pengusaha Hotel dan Restaurant Indonesia), Pak Jokowi (Pemerintah) fokus pada Mandalika (lombok selatan) Labuan Bajo, Danau Toba, dan Borobudur. Pemerintah harus mendukung pembangunan di sana, karena perkembangan pariwisata itu butuh dukungan infrastruktur yang memadai, kita juga tentu akan mengembangkan perhotelan di sana,” kata Chris lagi.

Untuk Batam sendiri, Chris menilai Batam memiliki potensi tersendiri, meskipun tidak masuk dalam 10 Bali baru yang direncanakan pemerintah. Potensi ini sudah dibaca oleh pengusaha perhotelan termasuk Tauzia yang menghadirkan hotel untuk wisatawan lokal maupun asing yang banyak berada di Batam.

Dengan sasaran yang lebih luas, tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga orang-orang asing dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, jaringan hotel dari Tauzia ini juga akan menaikan rate mereka, mengimbangi fasilitas yang dihadirkan pada 2019 ini.

“Di negara tetangga, rate hotel di sana jauh di atas kita, dengan fasilitas yang ada kita akan menyesuaikan, sasaran kita juga lebih tinggi dari sebelumnya,” kata Chris lagi.

Sementara itu, Marketing & Branding Harris Resort Barelang Batam, Viki Wahyudi menjelaskan, Harris Resort Barelang yang merupakan satu dari tiga jaringan Tauzia hotel di Batam menghadirkan berbagai pembaharuan. Hal itu diupayakan untuk menghadirkan nuansa baru bagi pengunjung.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Bobi Bani



Close Ads
2019, Industri Perhotelan Diklaim Tetap Moncer