JawaPos Radar

Wapres JK Sebut RI Surplus Beras 2,85 Juta Ton, Dari Mana Angkanya?

23/10/2018, 05:34 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Wapres JK Sebut RI Surplus Beras 2,85 Juta Ton, Dari Mana Angkanya?
Ilistrasi gudang penyimpanan beras Bulog (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2018, terjadi surplus beras sebesar 2,85 juta ton. Usai rapat lintas kementerian pada Senin (22/10), BPS melapor kepada wapres bahwa perkiraan total produksi Gabah Kering Giling (GKG) 2018 sebesar 56,54 juta ton atau setara dengan 32,42 juta ton beras. 

Sementara konsumsi beras baik secara langsung di tingkat rumah tangga maupun konsumsi tidak langsung pada 2017 mencapai 29,57 juta ton per tahun. 

“Dengan demikian, bila diasumsikan konsumsi beras yang telah disesuaikan untuk tahun 2018 sama dengan tahun 2017, maka selama tahun 2018 terjadi surplus beras sebesar 2,85 juta ton,” kata Kalla dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Senin (22/10).

Selain itu, disebutkan juga bahwa sampai dengan September 2018, data luas panen sebesar 9,5 juta hektare. Dengan memperhitungkan potensi sampai Desember 2018, maka luas panen 2018 diperkirakan mencapai 10,9 Juta hektare.

Berdasarkan perhitungan luas panen tersebut, diperkirakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) hingga September 2018 sebanyak 49,65 juta ton. Asal tahu saja, angka-angka yang dikeluarkan dalam rapat terbatas itu adalah angka yang berasal dari penyempurnaan metode perhitungan produksi.

Upaya ini dilakukan guna memperbaiki kesalahan perhitungan produksi beras yang diduga terjadi sejak lama. Hal itu juga merupakan perintah Presiden Joko Widodo sebagai implementasi perbaikan permintaan, suplai, memperbaiki rantai perdagangan, sistem data informasi pertanian yang komprehensif dan valid.

“Langkah komprehensif memperbaiki permintaan, memperbaiki suplai, memperbaiki rantai-rantai perdagangan, sistem data dan informasi pertanian kita harus betul-betul komprehensif dan betul-betul valid,” kata Jokowi pada Januari 2016.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up