JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pasokan Ayam Sulit, Pedagang Pilih Libur

23 Juli 2018, 20:30:35 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pasar Gede
AYAM LANGKA: Pedagang ayam tengah menunggu pelanggannya, Senin (23/7). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pedagang ayam di beberapa pasar tradisional di Solo dan sekitarnya memilih tidak berjualan. Hal ini dilakukan karena sulitnya pasokan ayam yang sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu. 

Salah seorang pedagang ayam ras di Pasar Gede Solo, Harini mengungkapkan, bahwa sulitnya pasokan ayam sudah terjadi sejak Sabtu (21/7) lalu. Di mana pasokan ayam yang didapatkannya tidak seperti biasanya.

"Karena tidak ada stok ayam ras, tadi saya jual ayam merah petelur. Itu berbeda dengan ayam potong atau ayam ras," terangnya, Senin (23/7). 

Penjualan ayam merah pun tidak berlangsung lama, karena saat siang hari pasokan sudah habis. Makanya, setelah stok habis dirinya memilih tutup. Padahal, biasanya saat siang hari masih banyak pembeli daging ayam.

"Puncak tidak ada stok daging ayam itu hari ini, jadi banyak yang tidak berjualan. Hal ini karena banyak yang tidak mendapatkan pasokan," katanya.

Harini menambahkan, dirinya tidak mengetahui penyebab kelangkaan pasokan ayam tersebut. Hal ini sudah ditanyakan kepada pemasok, katanya dari kadang memang sudah tidak ada pasokan. Hal yang sama diungkapkan oleh pedagang ayam di pasar Kartasura, Sukoharjo, Wiwin.

Wiwin mengatakan, karena tidak mendapatkan stok maka ada lebih kurang 10 pedagang yang akhirnya tidak berjualan. "Stoknya sangat sedikit, tadi juga banyak yang tidak kebagian akhirnya memilih tutup. Yang kebagian harganya juga sudah tinggi," katanya. 

Wiwin menambahkan, untuk harga ayam hidup mencapai Rp 28 ribu. Padahal biasanya harga ayam hidup di bawah Rp 23 ribu. Akibat kenaikan tersebut, para pedagang pun terpaksa menaikkan harga mencapai Rp 40 ribu per kilogramnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up