alexametrics

Dukungan Akuntan Indonesia Dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Global

23 Juni 2022, 09:44:53 WIB

JawaPos.com – Peran Indonesia makin penting dan strategis di dunia internasional menyusul terpilih sebagai Presidensi G20 pada 2022 terkait dengan perubahan iklim global. Hal ini mendorong adanya sebuah standar sustainability reporting yang berlaku secara global.

Demikian poin diskusi yang mengemuka dalam webinar global bertema “Global Baseline for Business and Investors: B20 – IAI – IFAC – ISSB Outreach”. Webinar global ini merupakan side event B20 – IAI yang kedua berturut-turut yang dimaksudkan untuk meningkatkan awareness publik akan pentingnya sebuah standar sustainability reporting yang berlaku secara global.

Acara dihadiri hampir 1.000 peserta dari 25 negara, dan menampilkan pembicara dari IAI, IFAC, B20, Kementerian BUMN, ISSB dan praktisi. Acara ini melanjutkan kesuksesan side event pertama yang dihadiri narasumber dan peserta mancanegara serta mampu menghasilkan input yang komprehensif bagi penyusunan rekomendasi B20 Indonesia bagi negara-negara G20.

Ketua Kamar Dagang dan Industri, Arsjad Rasjid dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya adopsi environmental, social, and good governance (ESG) di kalangan dunia usaha. Menurutnya, investasi dalam aspek ESG bukan lagi pilihan atau bersifat sukarela. Perilaku konsumen, pasar, dan investor yang berubah mengharuskan ESG diterapkan pelaku usaha secara mandatory demi keberlanjutan usaha.

Penerapan ESG ini adalah upaya dekarbonisasi dan peningkatan investasi di sektor usaha yang lebih ramah lingkungan. Penerapan ESG juga membawa nilai tambah kepada perusahaan, meliputi transparansi dan integritas dalam pengelolaan yang akan menjamin strategi bisnis diterapkan secara efektif dan efisien.

Pada kesempatan itu, Arsjad menekankan pentingnya kerjasama KADIN dan IAI dalam rangka sosialisasi sustainabity reporting ke perusahaan-perusahaan anggotanya. Rencana kerjasama ini memungkinan perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat menerapkan sustainability reporting secara optimal.

Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) Prof. Mardiasmo, mendorong adopsi atas IFRS Sustainability Disclosure Standard sebagai standar dasar global untuk memperkuat tata kelola keberlanjutan. Ia juga mendorong komunitas bisnis dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan pada draft eksposur IFRS Sustainability Disclosure Standard tersebut. Melalui penerapan standar keberlanjutan yang diterima secara global, dapat dimungkinkan terciptanya kesebandingan dalam bisnis dan memperkuat trust di kalangan investor global.

Chair B20, Shinta W. Kamdani mengatakan, untuk membantu mencapai kejelasan dan mendorong keselarasan, B20 yang mewakili lebih dari 15 industri dan lebih dari 2.000 bisnis global dan sektor swasta telah menekanan urgensi untuk mempromosikan pelaporan berkelanjutan berstandar global. Dalam B20 sebelumnya di Italia, isu pembinaan tata kelola yang berkelanjutan telah ditekankan melalui upaya keseragaman standar pelaporan keberlanjutan di seluruh yurisdiksi.

Tahun ini, B20 Indonesia memiliki peluang strategis untuk memimpin tata Kelola keberlanjutan global yang berfokus pada penyampaian rekomendasi kebijakan bekelanjutan yang dapat ditindaklanjuti. Rekomendasi ini dapat menangani masalah tata kelola berkelanjutan yang kritis di seluruh dunia.

Mardiasmo menambahkan, profesi akuntan harus memainkan perannya untuk berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi emisi karbon. Akuntan dinilai memiliki skill set yang tepat untuk melakukan mitigasi perubahan iklim melalui pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting).

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads