alexametrics

Penerimaan Negara Ditargetkan Naik 10 Persen

23 April 2019, 16:59:03 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mencanangkan kenaikan penerimaan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2020. Kenaikan diproyeksikan tembus di kisaran 10 sampai 13 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati setelah rapat terbatas di istana kepresidenan, Jakarta, kemarin (22/4). Tahun ini target penerimaan dipatok Rp 2.164,7 triliun.

Menkeu menjelaskan, target tersebut didapat setelah mengacu pada sejumlah faktor. Mulai penerimaan nonmigas, harga minyak, hingga kurs. Meski demikian, pejabat yang akrab disapa Ani itu belum mau membeberkan angka-angka asumsi makro tahun depan. “Finalnya nanti kita lihat dalam proposal ke DPR bulan Mei,” imbuhnya.

Ani menambahkan, alokasi anggaran 2020 akan kembali pada kebutuhan-kebutuhan dasar. Sebab, tahun depan berbeda dengan 2018-2019 yang banyak agenda nasional dan internasional bersifat event. Misalnya, Asian Games, IMF-World Bank Meeting, hingga Pemilu 2019.

Dengan relokasi anggaran tersebut, pos-pos pembiayaan bisa ditingkatkan. Soal dialihkan ke pos mana, Ani belum bisa memastikan. Namun, bisa juga dialihkan ke program-program prioritas yang selama ini dijanjikan Jokowi dalam kampanye pemilu presiden. “Dari situ kita lihat prioritas yang disampaikan kepada publik estimasi biayanya seperti apa, kemudian kita masukkan ke prioritas,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta agar desain rancangan APBN 2020 disesuaikan dengan tantangan perekonomian. Jokowi mengatakan, kondisi ekonomi global tahun 2020 masih berada pada ketidakpastian. Karena itu, postur APBN tahun depan harus didesain untuk mengantisipasi dinamika perekonomian dunia yang terus berubah secara dinamis. “Kuncinya peningkatan daya tahan serta daya saing ekonomi kita. Terutama dua hal yang sudah sering saya sampaikan, investasi dan ekspor,” ujarnya di istana kepresidenan kemarin.

Jokowi mengingatkan agar APBN 2020 harus mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi. “Serta menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi yang rata, dan berkeadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, penyusunan pagu indikatif 2020 harus berkesinambungan dengan pembangunan yang dimulai pada 2019. Yakni, fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan sosial. “Harus detail sesuai dengan prioritas pembangunan dan paling utama harus bisa dilaksanakan dan bisa diukur hasilnya,” terangnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (far/c10/oni)



Close Ads