alexametrics

Direktur Krakatau Steel Dirjerat OTT, Kementerian BUMN Dukung Hukum

23 Maret 2019, 16:17:18 WIB

JawaPos.com – Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel Tbk. Menyusul adanya penangkapan direktur Krakatau Steel dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan terus mendukung upaya-upaya pemberian informasi yg dilakukan PT Krakatau Steel sebagai wujud oganisasi yang menghormati hukum,” kata Harry kepada media di Jakarta, Sabtu (23/3).

Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap itu menyasar pejabat Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) yang merupakan seorang direktur Krakatau Steel. Informasi ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaidtan.

“Ya benar (direktur Krakatau Steel), tadi sore sekitar pukul 18.30 WIB. Tim KPK memang menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat malam (22/3).

Adanya transaksi ini, diakui Basaria, setelah timnya mendapatkan informasi dari masyarakat. Transaksi itu ialah rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN.

“Diduga sebagian uang telah diberikan secara cash dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan,” tukasnya.

Ada 4 orang yang diamankan dalam OTT itu. Namun, dia tak merinci pihak siapa saja yang dimaksud. Informasi terbaru menyebut ada 2 orang lagi yang dibawa ke kantor KPK. Sehingga, total sudah ada 6 orang yang diamankan KPK sampai saat ini.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti

Direktur Krakatau Steel Dirjerat OTT, Kementerian BUMN Dukung Hukum