alexametrics

Jadi Komisaris Garuda, Yenny Wahid: Pusing Utangnya Banyak

23 Januari 2020, 15:13:22 WIB

JawaPos.com – Yenny Wahid buka suara setelah ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero). Putri Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merasa tugas barunya di perusahaan plat merah itu penuh dengan tantangan berat.

“Ya tentu, saya orang baru dan saya harus banyak belajar lagi mengenai berbagai macam permasalahan yang dihadapi Garuda,” kata Yenny di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (23/1).

Yenny menceritakan, saat diminta Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Komisaris, ia langsung merasa terpanggil untuk berkontribusi kepada Garuda. Menurut dia, Garuda adalah ikon Indonesia dalam aspek penerbangan nasional. Oleh karena itu perlu dikuatkan.

Baginya menjadi petinggi Garuda bukan urusan politik. Melainkan tentang bisnis negara. Itu pula yang dititipkan Erick kepada Yenny supaya memperbaiki kinerja Garuda, serta melakukan fungsi pengawasan.

Dalam kepemimpinannya ini, Yenny berencana menciptakan good corporate governance. Profesionalisme, akuntabilitas dan bebas korupsi harus dikedepankan oleh Garuda.

“Ke depan itu semua pasti ini hal-hal prinsip-prinsip mendasar dalam pengelolaan perusahaan. Perusahaan apapun mau perusahaan publik, swasta, apalagi perusahaan milik negara,” imbuhnya.

ILUSTRASI: Pesawat Garuda Indonesia. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Yenny menuturkan, pekerjaan di Garuda tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Pasalnya banyak catatan yang harus dikerjakan. “Garuda itu masalah yang sangat kompleks. Utangnya banyak, pusing utangnya banyak sekali, beban masa lalu banyak,” jelasnya.

“Saya mengerti tantangnya sangat besar. Ini bagi saya satu sisi adalah sebuah pengorbanan, karena apa? Masalah yang begitu besar dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu sekejap,” pungkasnya.

Sebelumnya, kursi direktur utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) akhirnya terisi pejabat definitif. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Irfan Setiaputra sebagai Dirut maskapai pelat merah itu. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyepakati penunjukan Irfan.

RUPSLB juga menyetujui penunjukan jajaran komisaris yang baru. Di antaranya, mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menjadi komisaris utama (Komut) dan putri Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, sebagai komisaris independen.

”Pemegang saham seluruhnya sepakat, persentasenya 99,98 persen. Persetujuannya almost perfect (hampir sempurna) atas usulan yang masuk,” ujar pemimpin RUPSLB Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol setelah acara di Gedung Garuda City Center, Tangerang.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads