Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Oktober 2022 | 22.43 WIB

Komoditas Kopi Indonesia Makin Digemari Pasar Internasional

ILUSTRASI: Biji kopi di Toko Kopi Sari Murni, Jatinegara, Jakarta Timur. - Image

ILUSTRASI: Biji kopi di Toko Kopi Sari Murni, Jatinegara, Jakarta Timur.

JawaPos.com - Komoditas kopi dari Indonesia semakin digemari pasar internasional. Hal itu didorong dengan hasil pertanian yang mengikuti perkembangan kualitas mutu di mancanegara.

"Petani kita harus punya kemampuan ekspor kopi ke luar negeri. Negara seperti Australia, Jepang, Eropa, Karibia, Maroko, Turki dan negara lainnya sangat terbuka terhadap komoditas pertanian kita," ujar Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Rabu (12/10).

Dia menyebut Turki merupakan gerbang pemasaran produk pertanian untuk Afrika Utara dan Eropa. Saat ini upaya ekspor kopi asal Indonesia sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan yang selama ini dibina Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satunya PT Java Preanger Lestari Mandiri (JPLM).

Pembinaan terhadap JPLM melalui program Upland (The Development of Integrated Farming System in Upland Area). Upland adalah program kerja sama antara Indonesia dengan IFAD (International Fund for Agricultural Development) dan Islamic Development Bank (IsDB).

Proyek Upland merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Upland bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani.

Ali menyebut bahwa JPLM merupakan perusahaan yang mengelola korporasi kopi Kabupaten Bandung. Perusahaan itu membuka peluang pasar ke sejumlah negara. Dia menilai pasar-pasar yang memiliki potensi baru itu berada di luar negeri. Apalagi saat ini pengembangan korporasi petani kopi di Kabupaten Bandung sangat bagus.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, kualitas komoditas pertanian dan produk turunannya menjadi sarat mutlak untuk menembus pasar internasional. Maka dari itu, pihaknya terus memperkuat pemberdayaan petani dari hulu ke hilir. Output-nya menghasilkan produk unggulan.

"Teknologi dan inovasi menjadi kunci utamanya. Bagaimana dengan kedua aspek itu mengembangkan sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan,” ujar SYL.

SYL menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mengatasi krisis pangan yang saat ini banyak mengancam negara-negara di dunia. Sebagai bagian dari komunitas global, G20 berkomitmen mendukung peran krusial dari sektor pertanian dalam menyediakan pangan dan gizi bagi semua orang.

"Termasuk menjamin pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Jangan biarkan satu orang pun tertinggal di belakang, leaving no one behind,” tegas Mentan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore