alexametrics

Banyak Penolakan, Mengapa Erick Ngotot Pilih Ahok?

22 November 2019, 18:49:24 WIB

JawaPos.com – Sejak Basuki Tjahaja Purnama (BTP) memenuhi undangan Erick Thohir, di kantor Kementerian, Rabu (13/11) pekan lalu, gelombang penolakan terhadap pria yang akrab disapa Ahok itu terus bermunculan. Dari aksi serikat pekerja hingga diskusi-diskusi publik yang mengusung tema ‘Tolak Ahok di BUMN’ marak digelar sepekan terakhir.

Belum lagi deretan pengamat, komentator, dan warganet yang menumpahkan pikiran dan tak sedikit sumpah serapah mereka tentang sosok Ahok, di sosial media. Intinya, mereka menolak Ahok masuk ke BUMN, apalagi BUMN energi. Salah satu alasan yang mengemuka adalah nirkapabilitas mantan Bupati Belitung Timur itu di sektor energi, yang punya proses bisnis kompleks.

Lantas, ketika muncul banyak penolakan, mengapa Erick tetap menyodorkan nama Ahok ke Tim Penilai Akhir (TPA)?

Kepada wartawan di Istana Negara, Jumat (22/11), Erick menjelaskan, pekerjaan rumah terberat PT Pertamina (Persero) – perusahaan di mana Ahok akan duduk sebagai Komisaris Utama – adalah mengurangi impor. Di samping itu, Pertamina juga harus menyelesaikan pembangunan kilang minyak.

“Ini amat sangat berat. Jadi, saya perlu teamwork yang besar. Tidak bisa Dirut saja. Karena itulah kemarin kami juga ingin orang yang pendobrak. Bukan pendobrak marah-marah. Saya rasa Pak Basuki berbeda. Ahok berbeda,” kata Erick.

Mantan presiden Inter Milan itu merasa BUMN perlu dipimpin oleh figur pendobrak. Keberadaan Ahok sebagai Komisaris Utama diharapkan dapat mengawasi dan mendorong jajaran direksi agar dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Erick menambahkan, dalam mengemban tugasnya sebagai Komut Pertamina, Ahok akan dibantu oleh Budi Gunadi Sadikin (BGS) sebagai Wakil Komut Pertamina. Sebagaimana diketahui, saat ini BGS menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads