alexametrics

Ahok Gantikan Tanri Abeng Jadi Komisaris Utama Pertamina

22 November 2019, 22:04:50 WIB

JawaPos.com – Kursi untuk petinggi PT Pertamina (Persero) akhirnya diumumkan. Posisi Komisaris Utama akan dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggantikan Tanri Abeng yang sebelumnya mengisi posisi tersebut sejak 2015 lalu.

Wakil Menteri I Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin juga ditunjuk untuk mengisi jabatan Wakil Komisaris Utama Pertamina. Kementerian BUMN juga akan mengganti Direktur Keuangan Pertamina yang saat ini dijabat oleh Pahala Mansury.

“Posisi tersebut akan diisi oleh Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel. Iya Insya Allah, saya rasa (penunjukan Direksi dan Komisaris Pertamina) sudah putus dari beliau (Presiden Jokowi). Pak Basuki akan menjadi Komisaris Utama lalu didampingi oleh Wamen, Pak Budi menjadi Wakil Komisaris Utama,” ujar Menteri BUMN, Erick Tohir dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (22/11).

Pahala yang digeser dari posisinya akan memimpin PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Direktur Utama. Untuk Komisaris Utama BTM akan diduduki oleh mantan Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Chandra Hamzah.

“Mengapa Chandra Hamzah menjadi Komisaris Utama karena memang background-nya adalah hukum, kita tahu bahwa di BTN itu ada isu-isu yang kurang baik yang tentu harus dilihat secara hukum. Apalagi BTN ini kan ujung tombak dari pembiayaan perumahan rakyat, nasional, sehingga kalau nanti ini tidak sehat kan tidak bagus,” lanjutnya.

Erick juga membeberkan alasan mengapa Ahok ditunjuk sebagai Komisaris Utama. Menurutnya, Ahok sangat dibutuhkan karena memiliki sosok brilian yang dapat membantu perseroan mencapai target yang sudah ditentukan.

“Saya rasa bagian terpenting adalah bagaimana target-target Pertamina bisa tercapai, bagaimana mengurangi impor migas bisa tercapai. Kita perlu figur pendobrak supaya ini semua sesuai target,” tambahnya.

Peran Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina mulai diproses sejak hari ini atau maksimal Senin depan. Sementara itu, untuk jajaran petinggi BTN baru akan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir bulan ini.

Dalam pembinaan BUMN ke depan, Erick berkata akan langsung memimpin rapat bulanan BUMN dengan mengundang direksi dan dewan komisaris dari 30 perusahaan BUMN. “Tidak mungkin Direksi berjalan tanpa dukungan Komisaris, dan Komisaris pun bukan Direksi yang melakukan kerja sehari-hari, keduanya saling terikat satu sama lain,” tutupnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Saifan Zaking



Close Ads