Penambahan Kasus Covid-19 Beri Tekanan ke Rupiah

22 Juli 2020, 12:07:50 WIB

JawaPos.com – Perdagangan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dipengaruhi oleh kecemasan para investor terhadap penambahan kasus Covid-19 di seluruh dunia. Mengutip kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (22/7), saat ini posisi Rupiah berada di level 14.655.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjandra mengatakan, sentimen yang bisa membuat Rupiah mungkin tertekan lagi adalah karena sentimen negatif dari pernyataan Presiden Trump pagi ini bahwa krisis akibat Covid-19 masih akan memburuk di AS.

“Kekhawatiran virus Covid-19 yang terus meningkat di dunia juga masih menjadi penekan aset berisiko termasuk Rupiah,” ujarnya dalam pesan singkatnya, Rabu (22/7).

Ariston menyebut, meskipun demikian terdapat peluang penguatan yang mendorong angin segar bagi investasi mata uang yang datang dari kesepakatan stimulus Uni Eropa senilai EUR 750 miliar. Hal itu mengangkat harga aset-aset berisiko termasuk Rupiah.

“Kesepakatan ini dinilai bisa membantu pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Ariston menambahkan, stimulus juga memberikan likuiditas di pasar keuangan yang mendorong para pelaku pasar berinvestasi di aset berisiko yang menawarkan yield lebih tinggi. “Rupiah mungkin bergerak di kisaran 14.550-14.800,” prediksinya.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads