alexametrics

Suplai Semen Rumah Rusak di Lombok Kurang, Jokowi Telepon Menteri Rini

22 Maret 2019, 17:51:05 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya agar mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hal itu ditegaskan Presiden saat melakukan peninjauan rekonstruksi rumah tahan gempa di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (22/3).

Kunjungan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Nusa Tenggara Barat dimaksudkan untuk memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta pencairan bantuan stimulan telah berjalan lancar. 

Saat melakukan peninjauan, Kepala Negara mendapatkan laporan bahwa di lapangan masih terkendala keterbatasan suplai material bangunan. Hal itu segera dikoordinasikan oleh Presiden dengan jajaran terkait.

“Saya mendengar tadi semen suplainya masih belum baik. Tapi tadi sudah kita telepon langsung ke Menteri BUMN untuk urusan baja ringan dan semen agar disuplai lebih banyak dari pabrik langsung,” ujarnya melalui keterangan resmi.

“Saya sudah perintah (prosesnya) harus lebih cepat dari sebelumnya,” lanjutnya.

Terkait dengan prosedur pencairan bantuan stimulan, Presiden mengatakan bahwa sebelumnya terdapat 17 prosedur yang mesti dilalui terlebih dahulu oleh masyarakat. Namun, pihaknya telah melakukan evaluasi sehingga kini hanya tinggal 4 prosedur yang harus dilakukan agar mempermudah masyarakat dalam mencairkan bantuan.

“Saya kira progress di bulan Februari ke sini kelihatan sangat meningkat sekali pembagian buku tabungannya (bantuan stimulan). Dari 216.000 (kerusakan rumah terdata) sudah 160.000 dibagi dan diisi,” kata Presiden.

Saat bertatap muka dengan masyarakat yang berkumpul di Gedung Hakka, Kecamatan Lombok Barat, Presiden mendapati warga yang antusias memilih rancangan rumah tahan gempa ketika mendirikan kembali bangunan tempat tinggal mereka yang roboh karena gempa besar di wilayah itu beberapa waktu lalu.

“Saya senang masyarakat sekarang di sini antusias untuk semuanya memakai rumah tahan gempa. Karena harus kita sadari betul bahwa di Lombok ini memang kita berada pada daerah yang rawan gempa. Kita harus sadar itu sehingga pembangunan rumah yang tahan gempa ini memang kita haruskan,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Lombok. Bahkan, dirinya berencana untuk kembali lagi beberapa bulan mendatang untuk mencari tahu kendala apa yang mungkin masih terdapat di lapangan untuk kemudian diselesaikan secara cepat.

“Saya juga harus ke Palu, Donggala, Banten, dan Lampung. Dua-tiga bulan lagi saya ke sini insyaallah. Jangan ragu bahwa kita ingin menyelesaikan ini,” tandasnya.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti



Close Ads
Suplai Semen Rumah Rusak di Lombok Kurang, Jokowi Telepon Menteri Rini