alexametrics

Dapat Subsidi Pemprov DKI, Segini Rencana Tarif MRT Jakarta

22 Februari 2019, 11:54:50 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mengusulkan tarif Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta atau Ratangga Fase I pada kisaran angka Rp 8.500–Rp10.000. Pengoperasiannya diresmikan Presiden Joko Widodo Maret depan.

“Pemerintah mengusulkan tarif dengan rute HI ke Lebak Bulus berada di kisaran Rp. 8.500–Rp. 10.000,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya saat uji coba MRT beberapa waktu lalu.

Tarif MRT adalah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebab berkaitan dengan subsidi. 

“Mereka menghitung komersialnya berapa dan nanti subsidinya berapa, kemudian tarif nett-nya itu ditentukan oleh DKI,” terang Menhub.

Sebelumya, Wapres Jusuf Kalla menerangkan, transportasi massal publik harus disubsidi untuk menekan biaya operasional. Sehingga tarifnya bisa murah.

“Ya tidak ada di dunia ini angkutan umum yang tidak disubsidi, kecuali taksi. Angkutan umum massal semuanya  itu disubsidi,” kata Wapres.

Dengan disubsidi, lanjut Wapres, maka rakyat memperoleh keuntungan ekonomis secara langsung. Keuntungan ekonomis, menurut Wapres, akan diperoleh pemerintah dalam jangka panjang.

“MRT itu kreditnya 40 tahun, saya yakin uang tersebut tahun ini dapat menguntungkan secara bisnis,” sambung Wapres.

Wapres Jusuf Kalla menilai, MRT Jakarta telah memenuhi modal transportasi yaitu, nyaman, aman dan tepat waktu. Moda transportasi ini, sambung Wapres, juga sangat ramah dengan disabilitas, di haltenya MRT menyediakan toilet khusus disabilitas, blok taktil, ruang kursi roda pada kereta api ke 3 dan 4, serta lantai yang selevel dengan peron dan evalator.

Adapun, mengenai pembangunan MRT Jakarta dari Bundaran HI ke Stasiun Kota (Fase IIA), Budi menginformasikan, akan dilakukan Bulan Maret 2019. Sedangkan Stasiun Kota ke Ancol (fase IIB), sambung Menhub, akan dilakukan studi terlebih dahulu agar pembangunan lebih efektif.

“Untuk tahap ke II bulan depan sudah akan dimulai pembangunan dari HI ke Stasiun kota. Sedangkan Stasiun Kota ke Ancol kita studi, kita harapkan keduanya selesai pada tahun 2024,” jelas Menhub. 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Uji Sukma Medianti

Dapat Subsidi Pemprov DKI, Segini Rencana Tarif MRT Jakarta