JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kisah Sukses Kuliner Gilang dan Rachman

Tentukan Menu Kepiting Nyinyir lewat Riset Medsos

22 Januari 2018, 18:35:15 WIB
kepiting nyinyir, kepiting, menu kepiting
Pemilik Kepiting Nyinyir Gilang Margi Nugroho (kiri) dan Rachman Abdul Rachim (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
Share this

Tidak ada tempat untuk makan langsung di lokasi jual Kepiting Nyinyir. Apalagi spot Instagramable untuk menarik konsumen. Pemiliknya punya strategi berbeda agar bisnis kuliner tersebut berkembang.

---

HANYA bermodal tempat masak dan media sosial, Kepiting Nyinyir mampu meraih omzet kisaran Rp 400 juta tiap bulan. Brand tersebut belum lama ini memenangi penghargaan Go-Jek Award 2017 sebagai item yang paling banyak dipesan lewat aplikasi Go-Food. Otak di balik kesuksesan bisnis kuliner inovatif tersebut adalah Gilang Margi Nugroho dan Rachman Abdul Rahim. Duo owner itu merupakan teman SMP.

Gilang mengisahkan, inisiasi bisnis kuliner kepiting datang dari dirinya. Sejak kuliah, dia memang suka berwirausaha melalui media sosial, khususnya Instagram. "Wah, pokoknya jualan apa aja pernah. Pernah jualan jus, baju muslim, jasa desain, sampai celana dalam cowok-cewek. Tapi, saya cuma jadi reseller, enggak produksi sendiri," tutur Gilang ditemui di outlet utama Kepiting Nyinyir di kawasan Duren Sawit, Jakarta, pekan lalu (17/1).

kepiting nyinyir, kepiting, menu kepiting
Pemilik Kepiting Nyinyir Gilang Margi Nugroho (kiri) dan Rachman Abdul Rachim (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Pria 28 tahun itu mengaku mendapatkan banyak ilmu cara sukses berbisnis online. Di sisi lain, Gilang mulai jenuh hanya menjadi reseller produk orang lain. Nah, dari situlah, dia tercetus gagasan untuk membikin produk sendiri yang orisinal. Langkah pertama adalah mencari produk bisnis yang tepat. Gilang memilih bisnis kuliner.

Untuk menentukan produk bisnisnya, jebolan jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti tersebut melakukan riset menyeluruh. Terutama jenis makanan dengan posting traffic tertinggi di Instagram.

Hasilnya adalah makanan olahan daging dan seafood. Instagramer pada umumnya sampai food blogger suka mem-posting dua jenis makanan tersebut.

Gilang akhirnya memilih olahan seafood dengan main product kepiting. Selain kepiting, ada cumi, udang, kerang, dan jagung manis. "Itu semua digabung jadi satu," jelasnya.

Gilang menggandeng kawan lamanya, Rachman, untuk langsung menangani keuangan. Untuk masalah racikan masakan Kepiting Nyinyir, dia dibantu seorang rekannya yang merupakan chef sebuah hotel ternama.

Nama Kepiting Nyinyir dipilih lantaran Gilang dan Rachman ingin produk mereka banyak dinyinyirin alias dibicarakan orang.

kepiting nyinyir, kepiting, menu kepiting
Menu dari Kepiting Nyinyir (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Sajian Kepiting Nyinyir cukup unik. Memadukan kepiting, cumi-cumi, udang, dan jagung dalam satu porsi dengan berbagai pilihan saus atau bumbu. Kisaran harga per porsinya Rp 38 ribu hingga Rp 295 ribu.

Dia mengungkapkan, mereka merogoh kocek sekitar Rp 3 juta sebagai modal awal. Duit tersebut digunakan untuk memproduksi puluhan porsi makanan kepiting. Gilang dan Rachman punya cara unik sebagai upaya promosi. Mereka membikin acara soft opening Kepiting Nyinyir dengan mengundang 30 teman yang cukup aktif di media sosial. "Kami ajak mereka makan gratis di sebuah kafe gitu. Terus, kami minta posting ketika mereka lagi makan plus kasih comment di Instagram," ujar Rachman.

Cara berbeda tersebut berhasil. Hanya dalam dua hari, Kepiting Nyinyir sudah balik modal. Sejak saat itu, jumlah pesanan terus melonjak. Dari awalnya hanya belasan porsi per hari menjadi 80 hingga 100 porsi per hari.

Rachman dan Gilang pun menyadari, untuk memenuhi jumlah permintaan yang terus bertambah, tidak bisa hanya mengandalkan satu tempat produksi. Awal Januari lalu, keduanya membuka cabang di Bintaro, Tangerang Selatan.

Tidak Pelit Berbagi

kepiting nyinyir, kepiting, menu kepiting
Menu dari Kepiting Nyinyir (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Kepiting Nyinyir resmi dirilis pada 22 Oktober 2016. Meski terhitung pendatang baru, bisnis kuliner yang dikelola Gilang dan Rachman tersebut berkembang sangat pesat. Salah satu rahasianya adalah kegemaran keduanya dalam berbagi.

Lantaran hanya mengandalkan delivery service, mereka paham peran ojek online, dalam hal ini Go-Jek, sangat krusial. Karena itu, mereka tidak pelit berbagi dengan para driver Go-Jek yang kerap melayani pesanan pelanggan Kepiting Nyinyir.

Gilang mengungkapkan, saking banyaknya pesanan, seorang driver Go-Jek bisa kembali ke dapur Kepiting Nyinyir hingga lebih dari lima kali dalam sehari. Nah, untuk mengapresiasi para pengantar pesanan tersebut, diberikan reward. ''Jadi, abang Go-Jek yang dalam sehari sudah ambil pesanan di kami sampai lima kali, kami kasih gratis satu paket Kepiting Nyinyir,'' jelas pria kelahiran Semarang, 19 Oktober 1989, tersebut.

Rachman menambahkan, pihaknya juga menjaga hubungan baik dengan para driver Go-Jek. Hampir semua driver Go-Jek yang pernah ke dapur Kepiting Nyinyir pasti dikenal Gilang dan Rachman.

Kepiting Nyinyir juga gemar berbagi kepada para pelanggan. Misalnya membagikan 30 paket kepiting secara gratis untuk mempromosikan cabang baru di Bintaro.

Gilang dan Rachman juga cukup royal berbagi tip sukses. Berawal dari banyaknya pertanyaan dari para followers akun Kepiting Nyinyir, mereka pun rutin live di Instagram setiap Minggu. Sekali live, akun Kepiting Nyinyir bisa ditonton 3 ribu sampai 4 ribu orang. Beragam pertanyaan mereka terima, terutama tip sukses.

 

Tip Sukses ala Kepiting Nyinyir

1. Selalu bersyukur dan berdoa

2. Konsisten. Tidak menyerah di tengah jalan.

3. Sering berbagi dengan memberi reward kepada customer maupun driver Go-Jek

4. Inovatif. Ikuti terus perkembangan zaman

5. Pakai cara sukses hari ini

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : Sekaring Ratri/c25/fal

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up