alexametrics

Ibas Yudhoyono: Jangan Sampai Indonesia Hanya Dibanjiri Produk Impor

21 November 2019, 16:45:08 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengingatkan pemerintah Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk melindungi pasar dalam negeri. Penguatan pasar juga diharapkan diimbangi dengan peningkatan ekspor.

“Jangan sampai kita (Indonesia) hanya dibanjiri produk luar negeri, sehingga produsen lokal kita menjadi sulit dalam berkompetisi karena kalah dari segi kualitas dan kuantitas,” katanya dilansir dari Antara, Kamis (21/11).

Ibas, panggilan akrab Edhie, juga meminta pemerintah untuk berhati-hati dalam memutuskan perundingan internasional. Khususnya kepada Kementerian Perdagangan, Ibas meminta agar perundingan yang disepakati betul-betul menguntungkan Indonesia dalam berbagai aspek.

“Pastikan betul proyeksi yang sudah dipikirkan benar-benar mengena bagi Indonesia,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan pula bahwa fokus Indonesia saat ini adalah investasi dan ekspor, sebagaimana yang sering disampaikan Presiden Jokowi. Atas dasar itu, ia mendorong pemerintah untuk gencar memfasilitasi pengusaha untuk bisa promosi produknya.

“Pemerintah memberikan kelonggaran bagi pengusaha-pengusaha yang ada di dalam negeri, sehingga ketika mereka melakukan ekspor mereka dapat bersaing,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menargetkan perjanjian internasional dengan negara atau institusi lain untuk menggenjot ekspor dapat selesai paling lambat akhir 2020. Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10), mengingatkan kondisi ekonomi global yang makin sulit dan ancaman resesi pada 2020.

Kunci untuk mengantisipasi kondisi itu, menurut Presiden Jokowi adalah peningkatan ekspor dan investasi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, Indonesia telah menyelesaikan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) dengan negara Australia.

“Ini harus diteruskan dengan negara-negara lain. Yang penting menurut saya segera diselesaikan dan akhir 2020 ini bisa selesai,” katanya.

Ia mengingatkan juga perlunya segera diselesaikan Perjanjian Kerja sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) Indonesia dengan anggota ASEAN plus 6 negara yakni India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara



Close Ads