JawaPos Radar | Iklan Jitu

DPR Setujui Suntik PLN dan Hutama Karya Rp 16,5 Triliun

Dana LPDP Dipangkas Rp 2 Triliun

21 September 2018, 11:56:56 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
DPR Setujui Suntik PLN dan Hutama Karya Rp 16,5 Triliun
Ilustrasi PLN (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN) kepada PT. PLN (Persero) dan PT. Hutama Karya (Persero) masing-masing Rp 6,5 triliun dan Rp 10 triliun pada pagu anggaran 2019. 

Wakil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta persetujuan Anggota Banggar terkait dengan suntikan modal yang diterima dua perusahaan pelat merah tersebut.

“Yang kita putuskan itu, PMN di BUMN itu ada keterbalikan, awalnya Rp 7 triliun untuk HK dan Rp 10 triliun untuk PLN, namun menjadi Rp 10 triliun untuk HK, dan PLN sebesar Rp 6,5 triliun,” kata Said di ruang rapat Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Dengan persetujuan tersebut, maka total pembiayaan non utang pada 2019 menjadi sebesar Rp 60,1 triliun. Atau turun Rp 2 triliun karena ada pengurangan PMN yang diterima oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari yang sebelumnya Rp 20 triliun menjadi Rp 18 triliun.

Namun, persetujuan ini dikritisi Anggota Banggar DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Ia mengaku kurang paham dengan pemberian PMN kepada PLN dan HK. Menurutnya, PLN menjadi salah satu BUMN yang langganan meminta suntikan modal. Sedangkan PMN yang diterima oleh HK, Bambang meminta kepada BUMN karya tersebut untuk tidak memanfaatkan PMN sebagai modal pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda.

“Kami sedikit prihatin dengan adanya pembiayaan non utang terutama yang ada di BUMN, kalau tidak salah PLN ini sudah beberapa kali meminta PMN, dan dulu mengeluh dengan adanya revaluasi aset yang mengakibatkan PLN tidak bisa membayar pajak,” kata politisi Partai Gerindra dikutip dari dpr.go.id, Jum’at (21/9).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menjelaskan, PMN yang didapatkan PLN dan HK digunakan untuk kegiatan yang produktif. Imam mengungkapkan, PMN PLN akan digunakan untuk program pembangunan listrik desa.

“PLN mendukung dalam rangka elektrifikasi sampai 2024 itu 100 persen, dalam rangka untuk listrik desa dan sudah disampaikan desa mana saja, karena desa ini hampir semua yang terisolasi, sehingga dibuatkan listrik desa,” kata Imam.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up