alexametrics

Merangkak Naik Setelah Terjun Bebas, LM Antam Naik Rp 3.000 per Gram

21 Juni 2021, 10:45:00 WIB

JawaPos.com – Pasar keuangan masih diliputi ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Keputusan kebijakan moneter negara adidaya Amerika Serikat (AS) pun memengaruhi berbagai instrumen keuangan termasuk aset berisiko rendah seperti emas.

Analis pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan, harga emas masih berpotensi mengalami tekanan akibat sentimen sikap bank sentral AS The Fed di rapat kebijakan moneter terakhir.

“Sikap the Fed ini memicu peralihan minat pasar terhadap risiko ke aset aman dolar AS.
Kejatuhan indeks saham global dan penguatan indeks dollar AS mengindikasikan hal tersebut,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Senin (21/6).

Menurutnya, pelaku pasar masih mengkhawatirkan kenaikan tingkat suku bunga acuan ataupun tapering yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pada rapat terakhir, the Fed mengeluarkan proyeksi yang menunjukkan tingkat inflasi menaik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya dan tingkat suku bunga acuan juga berpotensi dinaikan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pergerakan emas dipasar spot sendiri, berpotensi turun ke kisaran USD 1.745 per troy ons, dengan potensi rebound ke kisaran USD 1.800.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads