JawaPos Radar

Hari Kartini

Cerita Dirut ASDP Bekerja 17,5 Tahun di GAP Hingga Mengabdi untuk BUMN

21/04/2018, 13:40 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Ira Puspadewi
Sebelum menjadi pimpinan tiga BUMN, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi pernah bekerja untuk perusahaan garmen Amerika, GAP Inc (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Perjalanan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi hingga saat ini tidaklah mudah. Sebelum mengabdi untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perempuan asal Malang tersebut bekerja di GAP Inc. Selama 17,5 tahun dia membesarkan perusahaan garmen asal Amerika Serikat (AS) itu.

 

Sebenarnya, bukan tidak mungkin Ira Puspadewi tetap berada di zona nyamannya. Namun, semuanya berubah pada 2014. Saat itu, dia bertemu dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada sebuah event yang di Tiongkok. Dia ingat, saat itu Dahlan memberikan pertanyaan yang menohok pada dirinya.

Ira Puspadewi
Pertanyaan menohok dari Dahlan Iskan membuatnya tergerak untuk mengikuti seleksi pimpinan perusahaan BUMN. (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)

 

"Sudah berapa lama kerja di GAP? Saya bilang 17,5 tahun. Terus Pak Dahlan nanya, mau sampai kapan mengabdi sama Amerika? Pertanyaannya menohok bener. Lalu ikut segala macem tes. Termasuk fit and proper test yang bikin kepala ngebul. Dari pagi sampai malam," kenangnya seraya tertawa.

 

Nah, pertanyaan mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu membuat dia berubah pikiran dan mencoba peruntungannya untuk mengabdi kepada negara. Hasilnya, Ira berhasil diangkat sebagai Direktur Utama PT Sarinah (Persero).

 

Pilihan itu juga menjadi titik balik bagi karirnya. Sebab, dua tahun berselang dia diminta oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Baru seumur jagung, atau tepatnya 1 tahun 4 bulan berada di PT Pos Indonesia, dia mendapat amanah besar untuk memimpin PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). 

 

Meski berat karena harus beradaptasi cepat, sosok Ira pantang menyerah untuk terus memajukan perusahaan plat merah tersebut ke arah yang lebih baik. "CEO kan beratnya bagaimana mempelajari hal baru dalam waktu yang cepat. Kalau ssaya bilang setiap hari belajar dan ada yang baru,’’ jelasnya.

 

Sebagai perempuan karir, Ira juga mengagumi sosok Kartini yang cerdas dan memiliki tradisi hebat. Di mana berada, harus tetap memegang identitas."Buat saya, perempuan terbang ke mana saja harus tetap pegang tradisi. Saya mungkin sudah jadi TKW kemana-mana, tapi soal makanan paling enak ya tetap Indonesia. Maksudnya, sense of root, rasa keakaran itu buat saya ideal. Identitas perlu dijaga," terangnya.

 

Perihal siapa sosok lain yang dikaguminya, dia mengaku mengagumi Perdana Menteri Britania Raya Periode 1979–1990, Margaret Hilda Thatcher. Meski dikenal sebagai tangan besi, dia menilai sosok Thatcher adalah perempuan yang sangat menyayangi anaknya. 

 

Selain itu, wanita asal Malang ini sangat mengagumi sosok Andi Erna Anastasjia Walinono atau lebih dikenal dengan Erna Witoelar. Menurutnya, sosok mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah itu merupakan perempuan yang selalu menyemangati orang-orang di sekitarnya. Khususnya untuk anak muda.

 

"Kalau Indonesia, saya juga senang dengan Erna Witoelar. Salah satu kekuatannya bu Erna, kalau ketemu orang selalu inget. Dia perempuan yang lihat anak muda untuk selalu disemangatin. Nggak pernah cemburu sama orang," tutupnya.

(hap/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up