alexametrics

Wabah Virus Korona Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Berasuransi

21 Februari 2020, 16:30:09 WIB

JawaPos.com – Wabah korona (Covid-19) membuat kesadaran berasuransi meningkat. Utamanya, asuransi kesehatan. Kini masyarakat semakin paham pentingnya mencegah dan mengantisipasi sakit.

Director and Chief Marketing Officer Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Novita J. Rumngangun mengaku kebanjiran pertanyaan terkait coverage asuransi terhadap korona. “Banyak perusahaan asuransi yang mengumumkan kepada media maupun masyarakat bahwa mereka mengover korona,” kata dia Kamis (20/2).

Itu, menurut Novita, menunjukkan bahwa asuransi tanggap terhadap dinamika kebutuhan nasabah. Adanya pertanyaan dari publik juga bukti semakin sadarnya masyarakat terhadap asuransi.

Di Jawa Timur (Jatim) indeks literasi dan indeks inklusi keuangan tahun lalu membaik menjadi 48,95 persen dan 87,96 persen. Angka tersebut naik dari indeks literasi dan inklusi keuangan pada 2016 yang masih 35,6 persen dan 73,2 persen.

“Kita sambut masyarakat yang ingin tahu dan kita juga edukasi mereka,” ujar Novita.

Surabaya merupakan daerah yang kontribusinya cukup besar bagi perusahaan asuransi yang dia pimpin. Nasabahnya mencapai 100.000 orang.

Kontribusi Jatim terhadap sumbangan jumlah agen dan jumlah polis Manulife sekitar 20 persen. Sama seperti perusahaan asuransi yang lain, Novita mengatakan bahwa pihaknya pun akan dengan senang hati melayani pertanyaan masyarakat. Mereka yang penasaran bisa mendatangi kantor asuransi Manulife.

Edukasi mengenai proteksi dan penyakit juga terus dilakukan Prudential. Bukan hanya penyakit menular, penyakit tidak menular juga menjadi poin edukasi mereka.

“Kami sadar adanya kebutuhan tersebut (asuransi, Red). Bentuk perlindungan asuransi terhadap kesehatan juga semakin dinamis,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch.

Data riset kesehatan dasar 2018 menyebutkan bahwa prevalensi penyakit tidak menular di Jatim berada di atas rata-rata nasional. Penyakit stroke di Jatim, misalnya. Angkanya mencapai 12,4 persen, sedangkan nasional 10,9 persen. Penyakit kanker di Jatim mencapai 2,17 persen, adapun nasional 1,79 persen. Prevalensi diabetes di Jatim pun tinggi. Yakni, mencapai 2 persen, sementara rata-rata nasional 1,2 persen.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (rin/c10/hep)



Close Ads