alexametrics

Jokowi Sebut Impor Jagung 180 Ribu Ton, Pengamat: Untuk Pakan Ternak

21 Februari 2019, 15:47:15 WIB

JawaPos.com – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika di era pemerintahannya, impor jagung berkurang signifikan. Dia menyebut bahwa pada 2018 pihaknya hanya mengimpor 180 ribu ton jagung saja. Hal itu diungkapkan Jokowi saat debat capres kedua pekan lalu.

Pengamat pertanian PATAKA, Yeka Hendra mengatakan, volume impor jagung yang dikatakan Jokowi adalah realisasi pada 2019. Pada tahun ini pemerintah memang sudah melakukan impor 30 ribu ton jagung pakan ternak. Jumlah itu akan masuk kembali sebesar 150 ribu ton dalam waktu dekat.

“Di tahun 2019 kita mengimpor kalau tidak salah 30 ribu ton sudah masuk dan akan masuk lagi 150 ribu ton. Kalau seandainya itu sudah masuk 180 ribu ton berarti pak Jokowi menyampaikan impor jagung untuk pakan,” ujarnya dalam diskusi “Data Jagung Bikin Bingung” di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/2).

Yeka mengungkapkan, data jagung keseluruhan yang diucapkan oleh mantan Wali Kota Solo ini berbeda dengan yang dikatakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut dia, BPS menyebut pemerintah melakukan impor jagung pakan dan non pakan kurang lebih sebanyak 600 ribu ton.

“Yang jelas BPS mengatakan impor jagung pakan di 2018 totalnya sekitar 100 ribu untuk pakan dan yang bukan pakan sekitar 500 ribuan,” tuturnya.

Ihwal tak selarasnya data impor jagung, Yeka enggan menyalahkan Presiden Jokowi. Sebab, informasi yang dia terima berasal langsung dari para menteri pembantunya di pemerintahan. Dirinya pun menyarankan agar segera dicari tahu pemberi data impor jagung yang berpotensi salah.

“Sekarang ini yang menjadi polemik adalah impor jagung yang presiden mengatakan 180 ribu ton jagung di 2018. Saya positif thinking saja bahwa apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi itu dipasok oleh bawahannya,” kata dia.

“Yang harus kita cari tahu akar permasalahannya, siapa yang memasok informasi itu? kalau informasi itu tidak benar, maka ya itu harus dicari. apakah dari Kemenko Perekonomian, atau Kementerian Pertanian misalnya,” tutupnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hana Adi

Jokowi Sebut Impor Jagung 180 Ribu Ton, Pengamat: Untuk Pakan Ternak