alexametrics

Pelaku Usaha Merasa FTA Belum Optimal

Awasi Komitmen Negara Mitra
20 November 2019, 15:10:21 WIB

JawaPos.com – Pelaku usaha belum dapat mengoptimalkan kerja sama dagang melalui skema free trade agreement (FTA) seperti yang digagas pemerintah bersama negara mitra. Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah semakin masif melakukan kajian bersama dan menyosialisasikan kepada pelaku usaha.

“FTA belum sepenuhnya dipahami dan dapat dimanfaatkan secara baik oleh pengusaha Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Kamdani di Jakarta, Selasa (19/11).

Shinta merekomendasikan agar dilakukan feasibility study secara lengkap, termasuk data market, demand, dan analisis dampak terkait dengan negosiasi FTA, sebelum dan selama proses perundingan FTA. Tujuannya, agar pemerintah dapat menetapkan posisi runding dan prioritas FTA yang sekiranya bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

Selain itu, konsultasi publik-swasta perlu dilaksanakan secara konsisten, berkelanjutan, dan sistematis. Baik sebelum, selama, maupun sesudah perundingan FTA. Dia menyebutkan, Kadin telah menerbitkan pedoman Public Private Consultation dan Penyusunan Position Paper.

“Kami juga merekomendasikan pemerintah untuk melakukan pengawasan pemenuhan komitmen FTA oleh negara mitra,” tuturnya.

Dia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi global menghadirkan tantangan bagi perekonomian Indonesia. Global Economic Prospects edisi Juni 2019 mengungkapkan bahwa melambatnya laju ekonomi disebabkan lesunya perdagangan internasional. Proyeksi terbaru pertumbuhan PDB global yang hanya 2,6 persen merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir atau sejak krisis keuangan global pada 2008.

Menurut Shinta, untuk mendorong ekspor dan investasi, perlu dilakukan pula institutional reform pada institusi publik dan swasta. Beberapa rekomendasi utama yang perlu menjadi perhatian itu terkait dengan reformasi logistik.

“Membangun sarana dan prasarana logistik yang terintegrasi di simpul-simpul logistik utama,” ucapnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengaku telah menerima masukan-masukan pengusaha kepada pemerintah, termasuk mengenai pedagangan internasional dan hambatan ekspor. Namun, soal FTA, Agus tak membeberkan tanggapan secara detail. Dia hanya menyoroti keluhan pengusaha mengenai hambatan ekspor.

“Saya akan sederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dunia usaha, terutama dalam hal ekspor,” tuturnya.

Agus mengungkapkan, beberapa aturan yang dimaksud dunia adalah adanya peraturan tentang ekspor yang justru berbenturan dari setiap pembuat kebijakan. Contohnya, kurang adanya sinkronisasi regulasi antar kementerian.

TARGET KENAIKAN EKSPOR KE NEGARA FTA

Negara Tujuan | Growth (Persen)

Malaysia | 11,8

Thailand | 12,2

Filipina | 16,4

Singapura | 0,5

Australia | 4,5

Sumber: BPS

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c20/oki)



Close Ads