alexametrics

Konsumsi Baja Domestik Naik, Sayangnya Bahan Baku Masih Impor

20 November 2019, 14:45:02 WIB

JawaPos.com – Kinerja penjualan baja di pasar domestik membuat produsen optimistis bisnis mereka tumbuh. Hingga September lalu, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk membukukan penjualan Rp 1,35 triliun. Sampai akhir tahun, mereka menargetkan pencapaian Rp 1,6 triliun.

Direktur Akuntansi dan Pajak PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk Saiful Fuad mengatakan, kendala utama kinerja penjualan adalah fluktuasi mata uang rupiah terhadap dolar AS. “Tiap ada perubahan, pasti kami kena dampak. Sebab, bahan baku steel slab itu kami impor,” katanya, Selasa (19/11). Saat ini bahan baku menempati 90 persen dari total harga pokok.

Kendala lain adalah bertambahnya produsen pelat baja di dalam negeri. Akibatnya, suplai di pasar domestik meningkat.

“Belum lagi, pemerintah masih menerima barang impor,” tukasnya.

Kendati demikian, potensi pasar di dalam negeri terbuka lebar. Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional Gwie Gunarto Gunawan menyatakan bahwa pasar produk baja di dalam negeri tumbuh 10–11 persen dalam setahun.

Sementara itu, proyeksi meningkatnya konsumsi baja nasional membuat PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel (KRAS) dan perusahaan baja Korsel, meningkatkan kapasitas produksi. Pada 2025 nanti, produksinya ditargetkan mencapai 10 juta ton.

Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Jhi-young menyatakan, dalam waktu dekat, mereka mengembangkan produk baja gulung panas (hot rolled coils/HRC). Juga, baja gulung dingin (cold rolled coil/CRC).

“Rencananya, tahun depan mulai memasarkan produk baja HRC,” katanya Senin malam (18/11).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/vir/c19/hep)



Close Ads