alexametrics

Hadir di Pameran Energy & Engineering, BFI Incar Pembiayaan Rp 100 M

20 September 2019, 17:10:04 WIB

JawaPos.com – Belum pulih perekonomian global berdampak terhadap perekonomian di dalam negeri, tak terkecuali sektor pembiayaan. PT BFI Finance Tbk telah membukukan pembiayaan sebesar Rp 1,2 triliun hingga Juli 2019 dari target Rp 3 triliun untuk pembiayaan di 2019 untuk sektor alat berat, truk dan permesinan.

“Perlambatan perekonomian global berpengaruh besar terhadap perekonimian di dalam negeri. Dampaknya juga dirasakan industri pembiayaan,” ujar Yoga Aryanto, Senior Vice Presiden PT BFI Finance Indonesia saat ditemui di Pameran Energy & Engineering di JIexpo Kemayoran Jakarta, Jumat (19/9).

Pameran internasional yang diselenggarakan PT Pamerindo Indonesia ini terdiri dari lima pameran industri besar yaitu; Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show SEA Indonesia, Marintec Indonesia.

Yoga menyebut keikutsertaannya dalam Pameran Energy & Engineering sebagai bagian dari strategi perseroan untuk mengejar target pembiayaan yang telah ditargetkan sebesar Rp 3 triliun tahun ini. “Kita terus mengoptimalkan peluang yang ada untuk menggenjot pembiayaan yang cukup tertekan tahun ini,” imbuhnya.

Dengan berbagai strategi pemasaran yang ditempuh, Yoga berharap bisa mengejar target yang telah ditetapkan perseroan. “Hingga akhir tahun kita berharap bisa membukukan pembiayaan untuk sektor alat berat, truk dan permesinan sekitar 90 persen dari target Rp 3 triliun,” ujar Yoga.

Dia menyebut, pameran yang diikutinya cukup direspons customer cukup baik. Sepanjang dua hari pemaran yang diikuti telah mencapai beberapa kesepatan dengan customer. “Dari pameran Energy & Engineering selama 4 hari kita berharap bisa memberikan pembiayaan sekitar Rp 100 miliar,” kata Yoga.

Menurutnya, saat ini BFI Finance menggenjot pembiayaan alat berat di sektor konstruksi. Selama ini, pembiayaan alat berat sektor kontruksi memberikan kontribusi sekitar 40 persen, pertambangan 30 persen. ” Sisanya sekitar 30 persen disumbangkan sektor hutan tanaman industri dan perkebunan,” imbuhnya.

Terkiat dengan kredit macet pembiayaan sektor alat berat, truk dan permesinan di BFI, Yoga menyebut hingga kini di bawah 1 persen. “Kita selektif untuk memberikan pembiayaan kepada customer. Langkah ini cukup efektif untuk menekan NLP,” pungkas Yoga.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads