alexametrics

Permodalan Nasional Madani Buat 5 Klaster Usaha di Sumbar

20 Juli 2019, 08:25:35 WIB

JawaPos.com – Usaha mikro terus berkembang di daerah sehingga dapat menghidupkan ekonomi masyarakat setempat. Salah satu kendala dalam pengembangan usaha mikro adalah modal serta pemasaran. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pun membuat lima klaster usaha di Sumatera Barat (Sumbar) guna membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha mereka.

Kepala Bagian Divisi Pengembagan Kapasitas Usaha PNM Andi Irnawati mengatakan dengan klasterisasi usaha, nasabah bisa melakukan sinergi bisnis sehingga usahanya makin berkembang. “Ada lima klaster usaha seperti madu sawit, pengolahan limbah sawit, jamur tiram, ayam petelur serta kue dan kuliner,” ujarnya Kamis (18/7).

Menurutnya, dengan klaster, nasabah bisa mendapat pendampingan secara terintegrasi. “Mereka diberi pelatihan bagaimana mengurus perizinan, hingga packaging dan pemasaran. PNM bisa mendatangkan trainer dari Dinas Perindustrian setempat atau nasabah yang sudah paham,” katanya.

Adanya klaster juga menciptakan sinergi bisnis antar nasabah. Misalnya, nasabah Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) yang omzetnya besar dapat membantu nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang usahanya masih ultra mikro. “Jadi, usaha mereka cepat berkembang,” katanya. PNM memiliki 2.800 kantor di 34 provinsi dengan total 36.615 karyawan.

Hingga Juni 2019, klaster usaha di seluruh Indonesia mencapai 45 jenis. Salah satu, UMKM binaan PNM yakni keripik Clarisa mampu terus mengembangkan usaha mereka. Usaha keripik khas Padang tersebut bahkan omsetnya menembus Rp 95 juta per bulan saat libur lebaran dan menjelang akhir tahun.

Keripik yang dijual oleh Pahlevi ini merupakan keripik ikan asin maupun keripik udang rebon. Usaha keripiknya mampu menembus tempat oleh-oleh yang paling laris di Kota Padang, usai menjadi nasabah serta dibina secara kelompok dari PNM.

Editor : Edy Pramana

Reporter : vir


Close Ads