Pertamina Tetap Memegang Kendali Meski Ada Aset yang Dijual

Rini Menanggapi Demo Serikat Pekerja

20/07/2018, 17:15 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Menteri BUMN Rini Soemarno (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kembali diterpa ujian, pagi ini Serikat Pekerja PT Pertamina (Persero) melakukan aksi long march dari Kantor Pusat Pertamina menuju ke Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN. Aksi ini dilakukan terkait adanya kabar rencana penjualan aset Pertamina.

Adik kandung mantan Dirut Pertamina Ari Soemarno ini juga turun ke jalan menyampaikan orasi dan memberikan penjelasan kepada para demonstran. Hal ini tak pernah dilakukan Rini sebelumnya saat dirinya didemo oleh serikat pekerja BUMN selama ini.

“Baca betul surat saya. Dalam surat saya katakan tolong dikaji kemungkinan aksi korporasi Downshare pada WK (Wilayah Kerja) yang dimiliki Pertamina. Saya juga tegaskan bahwa kendali harus tetap ada di Pertamina," kata Rini ketika menemui massa aksi unjuk rasa dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina (FSPP) di depan gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/7).

Rini menegaskan tak ada penjualan aset  ‘ataupun ‘ persetujuan penjualan aset dalam surat yang bikin heboh itu. Akan tetapi, Rini meminta Pertamina tetap mempertahankan aset-aset strategis di sektor hulu sebagai pemegang kendali.

Share down aset aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan, dan bentuk lain) dengan tetap menjaga pengendalian Pertamina untuk aset-aset strategis dan mencari mitra kredibel dan diupayakan memperoleh nilai strategis lain, seperti akses ke aset hulu di negara lain,” bunyi poin pertama surat tersebut.

Rini memastikan pihaknya  selalu fokus berupaya menyehatkan keuangan BUMN sehingga kuat dalam jangka waktu yang lama. Mengingat kondisi keuangan Pertamina yang sedang mengalami kontraksi akibat naiknya harga minyak dan fluktuasi rupiah.

“Tanggung jawab saya adalah bagaimana Pertamina terus sehat 100 tahun ke depan dan terus mengawal tugasnya sebagai BUMN yang menjalankan fungisnya sebagai agen pembangunan dan bisa terus sehat dan tumbuh” ungkap Rini.

Rini juga menambahkan, rencana aksi korporasi Pertamina yang disulkan kepada pemerintah tersebut memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang strategic partner yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi. 

Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, Pertamina juga bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis. Pertamina yang saat ini sudah menjadi induk BUMN migas adalah 100% milik negara sehingga harus didukung bersama agar mampu menjadi agent of development yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, bangsa dan negara.

“Selanjutnya saya terus mendorong Direksi dan Komisaris Pertamina untuk mengkaji lebih dalam terkait langkah-langkah tersebut terutama untuk bisa mengatasi dan mengantisipasi kondisi-kondisi eksternal sehingga kesehatan keuangan terus terjaga dan Pertamina tetap tumbuh dan lebih besar,” tegas Rini.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi