alexametrics
Rapat di Kantor Menko Darmin

Wamen Arcandra Beberkan Jurus ESDM Perbaiki Neraca Dagang

20 Maret 2019, 19:37:22 WIB

JawaPos.com – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini dapat di kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Rapat membahas tentang upaya pemerintah memperbaiki neraca perdagangan Indonesia.

BPS mencatat, neraca Perdagangan Februari 2019 kembali surplus. Pada Februari 2019, nilai ekspor lebih besar dari nilai impor sehingga menghasilkan surplus sebesar USD 329,5 juta.

Capaian positif itu dikontribusikan oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 793,6 miliar dan defisit neraca perdagangan migas sebesar USD 464,1 miliar.

Namun secara kumulatif, neraca perdagangan Januari-Februari 2019 masih mengalami defisit USD 734,0 juta. Defisit migas masih memberi kontribusi besar terhadap capaian defisit itu.

Wamen Arcandra mengatakan, pihaknya menyampaikan beberapa upaya dari Kementerian ESDM untuk menekan defisit migas. Dia menyampaikan, ada tiga langkah yang sudah dilakukan.

“Pertama kita bicara tentang usaha kita untuk memperbaiki neraca kita. Satu dengan kebijakan B20. Kita udpate impact B20,” ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/3).

Selanjutnya, pemerintah juga telah mendorong PT Pertamina (Persero) agar mengoptimalkan minyak dari dalam negeri dengan cara membeli hasil minyak dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Entitlement contractor asing yang sudah berkontrak ke Pertamina crudenya. Tidak perlu lagi diekspor tapi di Pertamina (butuhnya) berapa,” kata dia.

Ketiga, lebih lanjut Arcandra mengatakan, pihaknya mendorong agar perusahaan tambang, salah satunya PT Vale Indonesia untuk memenuhi kebutuhan Marine Fuel Oil (MFO) mereka melalui Pertamina.

Selama ini, dia menyebutkan jika masih ada beberapa perusahaan yang melakukan impor MFO. Padahal, Arcandra menilai jika Pertamina masih mampu menyediakannya.

“Ada impact dari MFO yang selama ini dari beberapa kontraktor itu diimport sekarang cukup dipenuhi oleh kilang Pertamina. Ada sebagian (perusahaan) impor. Sekarang ada bussines to bussines dari MFO-nya Pertamina. Itu (MFO) biasanya digunakan untuk heavy equipment,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Wamen Arcandra Beberkan Jurus ESDM Perbaiki Neraca Dagang