alexametrics

Peningkatan IKK Dorong Naiknya Kualitas dan Daya Saing Produk

20 Maret 2019, 07:40:03 WIB

JawaPos.com – Membaiknya indeks keberdayaan konsumen (IKK) Indonesia dari level paham diapresiasi kalangan ekonom. Membaiknya tingkat pemahaman konsumen akan hak-haknya pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas dan daya saing produk. Konsumen yang paham akan hak-haknya tidak akan menerima produk maupun jasa secara sembarangan.

Ekonom dari Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai membaiknya tingkat pemahaman konsumen akan memacu produsen menghasilkan produk yang berkualitas dan punya daya saing.

“Konsumen semakin smart dalam mengonsumsi, bisa jadi alat kontrol untuk produsen. Ini bisa meningkatkan pelayanan, perbaikan kualitas produk yang ditawarkan produsen dan pedagang,” kata Ahmad di Jakarta, Selasa (19/3).

Ia mendorong konsumen untuk terus kritis memperjuangkan hak ketika berhadapan dengan produsen. Pasalnya, saat ini IKK masih di bawah negara maju yang konsumennya sudah lebih berdaya dalam melindungi haknya.

Mengimbangi kekritisan konsumen, ia mendorong agar saluran pengaduan yang telah dibuka oleh pemerintah meningkatkan pelayanannya. Ia menilai, tindak lanjut akan pengaduan yang tersendat akan membuat masyarakat enggan memanfaatkannya. “Harus ada perbaikan dari berbagai sisi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Agus Toni Poputra, ekonom dari Universitas Sam Ratulangi yang memberi apresiasi atas peningkatan IKK tersebut. Pasalnya, naiknya IKK menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia semakin mengerti hak mereka dalam membeli barang.

Beberapa hal yang dipandangnya membuat IKK mampu meningkat adalah adanya tertib ukur untuk timbangan-timbangan di pasar yang memang tengah digencarkan Kementerian Perdagangan. Di samping itu, ada juga Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) yang bisa menjadi wadah untuk konsumen melaporkan penyimpangan transaksi yang ada dalam perdagangan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono menyebutkan berbagai langkah terus dilakukan untuk mendorong peningkatan kecerdasan konsumen. Ia mengakui konsumen Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara tetangga yang telah lebih kritis dan berdaya.

“Kita terus mensosialisasikan UU Perlindungan Konsumen. Kita juga mendorong agar konsumen lebih cerdas melihat ketentuan, seperti produk apakah sesuai dengan SNI, kewajiban melengkapi buku manual dan garansi,” katanya.

Terkait pengaduan, Veri menyebutkan pihaknya telah membuka saluran pengaduan seluas-luasnya. Yakni mulai dari dinas perdagangan di berbagai wilayah. Juga, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang telah ada di hampir semua Kabupaten/ Kota.

“Kita juga punya hotline. Tetapi ini semua harus kita sosialisasikan sehingga konsumen tahu ke mana akan mengadu,” jelas Veri.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri

Copy Editor :

Peningkatan IKK Dorong Naiknya Kualitas dan Daya Saing Produk