alexametrics

Jika Sawit Didiskriminasi, RI Ancam Boikot Segala Produk Uni Eropa

20 Maret 2019, 18:17:27 WIB

JawaPos.com – Pemerintah akan melawan Uni Eropa jika mereka melegalkan Delegated Act. Sebab, hal itu mendiskriminasi minyak kelapa sawit sebagai komoditas yang dianggap tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi. 

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, salah satu cara yang bisa direalisasikan adalah memboikot produk-produk Uni Eropa. 

“Ya bisa saja (boikot), makanya selain langsung ke WTO, bisa juga,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/3).

Menurutnya, langkah itu sebagai respon pemerintah Indonesia yang mengambil kebijakan sepihak layaknya Uni Eropa. 

“Kalau dia sepihak, kita juga bisa melakukan sepihak. Memang kenapa?,” tambahnya.

Sayang, tidak dijelaskan detil produk apa yang bakal diboikot pemerintah. Hanya saja, tindakan itu dipastikan bakal diambil jika draft Delegated Act diberlakukan. 

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan sepuluh poin tanggapan terhadap langkah diskriminatif Uni Eropa (UE) terkait komoditas sawit nasional. Hal itu dilakukan agar komoditas tersebut mendapat perlakuan sama. 

Darmin mengatakan, saat ini negara-negara produsen terbesar minyak sawit dunia yakni Indonesia, Malaysia dan Kolombia sepakat memberikan tanggapan atas langkah diskriminatif Uni Eropa.

Darmin mengatakan hal ini sebagai kompromi politis di internal UE yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengecualikan minyak kelapa sawit dari sektor biofuel UE yang menguntungkan minyak nabati lainnya, termasuk rapeseed yang diproduksi oleh UE. Adapun, saat ini, Komisi Eropa telah mengadopsi Delegated Regulation no. C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on biofuels pada tanggal 13 Maret 2019. 

Dokumen ini akan diserahkan ke European Parliament dan Council untuk melalui tahap scrutinize document dalam kurun waktu 2 (dua) bulan kedepan. 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Jika Sawit Didiskriminasi, RI Ancam Boikot Segala Produk Uni Eropa