alexametrics

Capital Inflow dan Pasokan Valas Eksportir Dorong Penguatan Rupiah

20 Februari 2020, 16:29:36 WIB

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) memandang nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tetap stabil seiring dengan tetap terjaganya fundamental perekonomian. Fundamental cukup terjaga seiring dengan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap solid.

NPI keseluruhan 2019 mencatat surplus sebesar USD 4,7 miliar, setelah pada 2018 mengalami defisit USD 7,1 miliar. Perbaikan NPI ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat sejalan kinerja ekonomi Indonesia yang terjaga, daya tarik pasar keuangan yang besar, dan ketidakpastian pasar keuangan global yang mereda.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan, pada 19 Februari 2020, Rupiah secara rerata menguat 0,27 persen dibandingkan dengan rerata level Januari 2020, meskipun secara point to point harian melemah sebesar 0,24 persen dibandingkan dengan level akhir bulan Januari 2020.

“Pelemahan Rupiah pada awal Februari 2020 dipicu sentimen terhadap virus korona. Namun dalam perkembangan berikutnya, kembali stabil ditopang pasokan valas eksportir dan aliran masuk modal asing,” ujarnya di Kantornya, Kamis (20/2).

Kemudian, lanjutnya, Rupiah yang menguat juga terlihat pada Januari 2020 yang secara rerata mencatat apresiasi 2,13 persen dibandingkan dengan rerata level Desember 2019.

“Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik pasar uang maupun pasar valas,” ucapnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads