JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ada 20.524 Penganggur di Sulawesi Utara, Terbanyak di Manado

19 November 2018, 16:06:09 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Ada 20.524 Penganggur di Sulawesi Utara, Terbanyak di Manado
ilustrasi pengangguran (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat Sulawesi Utara yang tidak punya pekerjaan alias menganggur menumpuk di perkotaan. Hal ini terbukti dari tingkat pengangguran terbuka perkotaan yang lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran terbuka pedesaan.

"Jumlah pengangguran tertinggi ada di Kota Manado dengan 20.524 masyarakat yang menganggur. Namun secara persentase, kota Bitung paling tinggi yaitu 11,21 persen," ujar Kepala Badan pusat Statistik Sulawesi Utara Ateng Hartono dikutip Manado Post (Jawa Pos Grup), Senin (19/11).

Dia menjelaskan mayoritas penganggur di Sulut adalah penganggur terdidik. Persentase tertinggi adalah penganggur berpendidikan SMK. Hartono berharap hal ini menjadi perhatian oleh pemerintah kedepannya.

"Perlu dievaluasi ke depan, agar terjadi perubahan ke arah yang lebih baik," jelasnya.

Sementara, Ekonom Sulut Robert Winerungan menjelaskan, pemerintah perlu menyikapi ini dengan bijak. "Pemanfaatan sektor produktif harus diisi oleh mereka angkatan kerja yang ada. Bantu mereka, bekali dengan pengetahuan dan ilmu untuk itu," kata Robert.

Menurutnya, fenomena ini yaitu pengangguran yang menumpuk di perkotaan karena pencari kerja apabila di kota seolah-olah memiliki banyak pilihan pekerjaan dibanding di desa. Perhatian terhadap pencari kerja, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah provinsi saat ini.

"Kalau mau mengentaskan kemiskinan tentu menyediakan lapangan pekerjaan termasuk salah satu didalamnya," tegasnya.

Ekonom lUniversitas Sam Ratulangi, Noldy Tuerah menjelaskan, banyaknya penganggur di kota terjadi karena perpindahan dari masyarakat pedesaan untuk bekerja. Seharusnya, dana desa digunakan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan lapangan pekerjaan.

Selain itu, kata Noldy, membludaknya angkatan kerja ini dikarenakan setiap tahunnya angkatan kerja selalu bertambah. "Kan setiap tahun ada lulusan baru, hal ini yang kemudian tidak sejalan dengan ketersediaan lapangan kerja sehingga menumpuk pencari kerja di kota," pungkasnya.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up